Pidie|1kabar.com
Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Pidie menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai prioritas strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan agama dan karakter santri.Program ini menjadi langkah awal dalam merumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, tata kelola pendidikan dayah, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat. Kamis,05/02/26.
Kegiatan yang berlangsung secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan hukum, juga dihadiri oleh unsur pemerintah, akademisi, serta profesional dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie, drh. Muslizar Efendi, MM; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Yusmadi Kasim, M.Pd; Ketua HUDA, Tgk. H. Abdul Hadi; perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Pidie, Taufik, M.Pd; Pengamat Sosial, Dr. Abdullah AR, M.Ag; Pengamat Hukum, Umar Mahdi, S.H., M.H; serta Pengamat Pendidikan Islam, Dr. Darwin, S.Ag, M.H, bersama unsur lain yang relevan.
Ketua MUQ Pidie, Ustaz Junaidi Ahmad, S.Ag, M.H menyampaikan bahwa masukan dari berbagai kalangan merupakan input krusial untuk menyusun rekomendasi strategis dalam peningkatan mutu lembaga. Penguatan manajemen kelembagaan akan berkontribusi signifikan terhadap kualitas proses belajar-mengajar serta daya saing lulusan dayah di masa mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie, drh. Muslizar Efendi, MM, memaparkan hasil kajian dan arah kebijakan dalam penataan organisasi serta peningkatan kompetensi dewan guru dan santri. Muslizar menekankan bahwa asesmen kelembagaan dayah merupakan dasar bagi penyusunan program pendampingan, pelatihan, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, feedback dari berbagai pemangku kepentingan akan dijadikan landasan untuk menyusun model peningkatan mutu yang sistematis dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat integrasi antara pendidikan keagamaan tradisional dan standar pendidikan modern.
Melalui pendekatan ini, diharapkan lulusan dayah akan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga kompeten dalam menghadapi tantangan global,” Ujarnya
Kegiatan FGD ini mencerminkan komitmen stakeholder pendidikan di Kabupaten Pidie untuk melakukan penilaian struktural terhadap sistem pendidikan pesantren, dengan melibatkan representasi akademisi, praktisi, dan pemerintah, guna membangun diskusi dan menempatkan asesmen transformasi kelembagaan dayah yang sejalan dengan konteks pendidikan.





