Berita TerkiniDaerahEkonomiPemerintahPeristiwa

KOTA LANGSA CAPAI TARGET RPJMD, ANGKA KEMISKINAN TURUN DRASTIS

113
×

KOTA LANGSA CAPAI TARGET RPJMD, ANGKA KEMISKINAN TURUN DRASTIS

Sebarkan artikel ini

​LANGSA | 1KABAR.COM

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lebih cepat dari yang dijadwalkan. Penurunan signifikan pada angka kemiskinan menjadi bukti keberhasilan ini, sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

​Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Langsa, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,33% atau sekitar 19,37 ribu jiwa pada tahun 2024, menjadi 8,59% atau 16,28 ribu jiwa pada tahun 2025. Ini artinya, jumlah penduduk miskin di Kota Langsa berkurang sebanyak 3,09 ribu jiwa dalam kurun waktu satu tahun.

Baca juga Artikel ini  Mogok Kerja Dokter Spesialis di RSUD Kotapinang Dikecam Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut, Pasien Terancam Tak dapat Layanan Optimal

​Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, masyarakat, sektor usaha, dan berbagai pihak lainnya.

“Alhamdulillah, penurunan angka kemiskinan dari 10,33 persen tahun 2024 menjadi 8,59 persen di 2025 adalah capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Jeffry.

​Meskipun telah mencapai target lebih cepat, Pemerintah Kota Langsa tidak akan berpuas diri. Jeffry Sentana menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program yang bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, baik domestik maupun luar negeri, serta memperkuat jaring pengaman sosial.

Baca juga Artikel ini  Patroli bersama Koramil dan Karang Taruna, Wujud Soliditas Kamtibmas di Medan Timur

​“Target kita bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan setiap keluarga di Kota Langsa merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tegasnya.

​Sementara itu, Kepala BPS Kota Langsa, Ir. Sudariah, menjelaskan bahwa meskipun angka kemiskinan menurun, garis kemiskinan justru mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sejak 2020, garis kemiskinan di Kota Langsa terus naik, dari Rp407.421 pada tahun 2020 menjadi Rp554.363 di tahun 2025. Peningkatan sebesar Rp146.942 ini salah satunya disebabkan oleh inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa.

Baca juga Artikel ini  Koramil 11/Bandar Baru Lakukan Pengecekan Harga Sembako di Pasar Keudee Leung Putu

​Sudariah menerangkan bahwa garis kemiskinan adalah batas pendapatan minimum yang dibutuhkan seseorang atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pokok, baik makanan maupun non-makanan. Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kota Langsa juga menunjukkan tren penurunan, yang berarti kondisi kemiskinan secara umum semakin membaik.

Pewarta | Ridwanphone