Berita TerkiniDaerahNasionalPeristiwa

Masyarakat Adu Argumen Dengan Aparat, Tolak Eksekusi Lahan Eks HGU PTPN-II di Dusun IV Desa Helvetia

75
×

Masyarakat Adu Argumen Dengan Aparat, Tolak Eksekusi Lahan Eks HGU PTPN-II di Dusun IV Desa Helvetia

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG | 1kabar.com

Ratusan masyarakat menolak Eksekusi Lahan, masyarakat yang menempati Lahan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN-II seluas 32 Hakter di Jalan Serbaguna Ujung, Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, menggelar aksi massa penolakan Eksekusi Lahan pada Senin pagi (13/05/2024).

Aksi massa protes ini di warnai dengan penutupan Akses Jalan Masuk dan Pembakaran Ban oleh masyarakat. Tampak Petugas Polres Pelabuhan Belawan, beberapa Personel TNI, dan Satpol PP telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi.

Menurut Ketua Komite Tani Menggugat (KTM) Provinsi Sumut dan Ketua Himpunan Penggarap Pengusahaan Lahan Kosong Negara (HPPLKN), Unggul Tampubolon, aksi massa ini di lakukan karena masyarakat tidak menerima pemberitahuan terkait Pembacaan Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam tentang Eksekusi Lahan.

“Kami sekarang di sini untuk mengantisipasi dan menjaga Lahan yang sudah lama di Kuasai oleh masyarakat dari Tahun 2002,” ujar Unggul Tampubolon, Senin (13/05/2024).

Unggul Tampubolon juga menduga adanya Mafia Tanah yang terlibat dalam proses Eksekusi ini. Ia menyinggung peristiwa Eksekusi Lahan di Kawasan Pasar X yang telah lama di huni oleh masyarakat.

“Kami menduga keras, saat ini sudah ada Mafia Tanah yang sudah ikut bermain di sini,” tegas Unggul Tampubolon, Senin (13/05/2024)..

Warga Desa Helvetia mengklaim bahwa Lahan yang mereka tempati merupakan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN-II yang seharusnya di distribusikan kepada masyarakat, bukan untuk Mafia Tanah.

“Lahan ini bukan milik Al-Wasliyah, ini Eks Hak Guna Usaha (HGU) dan Eks Hak Guna Usaha (HGU) adalah di distribusikan untuk masyarakat bukan untuk Mafia Tanah,” ucap Unggul Tampubolon, Senin (13/05/2024).

Di sisi lain, pihak Kepolisian bertindak berdasarkan Surat Perintah dari Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP. Janton Silaban tanggal 11 Mei 2024. Surat tersebut berisi Perintah untuk melakukan Penindakan Penegakkan Hukum terhadap pelaku Tindak Pidana secara tegas dan Humanis, dengan tetap mematuhi Peraturan Undang-Undang (UU) dan Permohonan dari Surat Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam Kelas I-A tanggal 6 Mei 2024 terkait bantuan Pengamanan Pelaksanaan Sita Eksekusi Perkara 22/Pdt.Eks/3023/Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Jo. 55/Pdt.G/2012/Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih kondusif dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan. Belum ada informasi lebih lanjut terkait kelanjutan proses Eksekusi Lahan.

Warga Desa Helvetia bertekad untuk mempertahankan Lahan mereka.(***)

Editor : (Chaidir Toweren)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang