Subulussalam –1kabar.com Tokoh masyarakat, Mengapul Manik, kembali angkat bicara menanggapi pernyataan Wali Kota Subulussalam yang dinilainya menimbulkan polemik di tengah publik. Dalam keterangannya, Mengapul menyebut bahwa pernyataan tersebut dapat menjadi tantangan besar bagi Aparat Penegak Hukum (APH), baik di tingkat Aceh maupun Kota Subulussalam.
Menurut Mengapul Manik, sikap yang terkesan menunjukkan kurangnya kepercayaan terhadap APH bisa memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia menilai, sebagai kepala daerah, seharusnya wali kota memberikan pernyataan yang memperkuat sinergi dengan lembaga penegak hukum seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia, bukan sebaliknya.
> “Pernyataan wali kota ini menjadi tantangan besar bagi penegak hukum. Jangan sampai muncul kesan ada krisis kepercayaan terhadap APH di Aceh maupun di Kota Subulussalam,” tegas Mengapul.
Ia juga menyampaikan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah dan aparat hukum merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Jika muncul narasi yang seolah-olah meragukan kinerja APH, dikhawatirkan dapat memicu kegaduhan serta memperlemah wibawa institusi hukum di mata masyarakat.
Mengapul berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang sehat serta terbuka. Menurutnya, jika terdapat persoalan atau dugaan pelanggaran, sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku tanpa membangun opini yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Penegakan hukum harus dihormati. Kalau ada persoalan, buktikan dengan data dan laporkan sesuai prosedur. Jangan sampai pernyataan yang dilontarkan justru memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Wali Kota Subulussalam terkait pernyataan tersebut. Publik kini menanti klarifikasi dan langkah konkret demi menjaga kondusivitas di Kota Subulussalam. Red





