Berita Terkini

PDIP Kerahkan 30 Orang di Tiap TPS di Solo, Demi Jaga Kandang

177
×

PDIP Kerahkan 30 Orang di Tiap TPS di Solo, Demi Jaga Kandang

Sebarkan artikel ini

Solo | 1kabar.com

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo mengerahkan 30 saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Bengawan untuk menjaga “kandang banteng”.

“Satu TPS ada 30 orang saksi yang kita kerahkan. Mereka bertugas memantau jalannya pemungutan suara di masing-masing TPS untuk ikut mengawasi pelaksanaan pemilu,” ujar Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo seusai mencoblos di TPS 24 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2024).

Baca juga Artikel ini  Antisipasi Kemacetan, Sat Lantas Polres Tanah Karo Laksanakan Pengaturan Strong Point di Simpang Ujung Aji Berastagi

Selain itu, lanjutnya, para saksi yang merupakan kader PDIP juga akan melaporkan hasil perolehan suara di masing-masing TPS untuk keperluan quick count atau hitung cepat di Pemilu 2024 di Kota Solo.

“Terus nanti kumpul di DPC untuk nobar perhitungan cepat,” kata Rudy.

Sebagai “kandang banteng”, pihaknya optimistis perolehan suara PDIP sesuai target dan Ganjar-Mahfud menjadi pemenang sebagaimana yang ditargetkan. Apalagi kader PDIP merupakan kader yang militan.

Baca juga Artikel ini  Jaga Kodusifitas, Polsek Tanjung Beringin Bersama Forkopimcam Kecamatan Tanjung Beringin Gelar Patroli Gabungan Skala Besar

“’Kandang banteng’ ya tetap ‘kandang banteng’. Kita banteng-banteng militan kok, bukan banteng uang,” tandasnya.

Sebelumnya Rudy menggunakan hak suaranya di TPS 24 Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah sekitar pukul 08.00 WIB. Ia sengaja mencoblos pagi karena Pilpres 2024 ini untuk memilih presiden ke-8 RI.

“Saya coblos pukul delapan karena ini pilihan presiden yang kedelapan,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini  Kapolres Serdang Bedagai Menghadiri Tepung Tawar Jama'ah Haji Kabupaten Serdang Bedagai

Mantan Wali Kota Solo itu pun berharap semua masyarakat menggunakan hak pilihnya dan tidak ada yang golput. Apalagi banyak inovasi yang dilakukan KPPS agar warganya datang ke TPS dan mencoblos.

“Seperti di TPS 24 untuk lansia yang tidak bisa mencoblos karena sepuh bisa dibantu KPPS dan anggota keluarganya agar tetap bisa menyalurkan hak suara yang dimiliki,” kata Rudy. (Sumber beritasatu)