Jawa Timur|1kabar.com
Pasuruan-Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki lebih dari 17.000 pulau (data terbaru menunjukkan kisaran 17.001 hingga 17.508 pulau), yang tersebar dari Sabang sampai Merauke serta memiliki Lebih dari dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan, dengan luas lautan mencapai sekitar 5,8 juta kilometer persegi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang sangat besar.
Luas daratan Indonesia mencapai sekitar 1,9 juta kilometer persegi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Hindia Ocean dan Pasifik Ocean), yang menjadikannya posisi yang sangat strategis, dan memiliki lima pulau terbesar di Indonesia yakni Papua, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Jawa. Kekayaan akan ribuan pulau dan perairan yang luas, dengan potensi kekayaan sumberdaya alam melimpah baik darat dan lautnya. Dalam hal ini, menjadikan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Salah satu kekayaan sumberdaya alamnya adalah potensi sektor perikanan laut yakni jenis species ikan pelagis terbesar di dunia. Perairan laut Indonesia memiliki keanekaragaman species ikan pelagis yang sangat tinggi, termasuk kelompok jenis ikan tuna, ikan cencaru, ikan kembung, dan ikan teri serta jenis ikan lainnya seperti bilfish, demersal, mollusca, crustacea, yang terdapat di perairan laut Indonesia. Potensi ini dapat menjadi sumber daya alam yang sangat berharga bagi Indonesia jika dikelola dengan baik.
Indonesia memiliki 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) di laut dan 14 WPP di perairan darat, yang dibagi berdasarkan kondisi geografis, ekologis, dan oseanografis untuk mengatur sumber daya ikan secara berkelanjutan. Terdiri dari area 57 (Samudra Hindia), WPP 571, 572, 573 (Selat Malaka, Laut Andaman, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda), area 71 (Pasifik Barat), WPP 711 (Selat Karimata, Laut Natuna, Laut Cina Selatan), WPP 712 (Laut Jawa), WPP 713 (Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Bali), WPP 714 (Teluk Tolo, Laut Banda), WPP 715 (Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Berau), WPP 716 (Laut Sulawesi, Utara Halmahera), WPP 717 (Teluk Cenderawasih, Samudra Pasifik), WPP 718 (Laut Aru, Laut Arafuru, Laut Timor bagian Timur).
Dalam mengembangkan potensi perikanan pelagis, baik itu pelagis besar dan kecil. Perlu dilakukan pengelolaan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan penangkapan serta nelayan tradisional Indonesia. Pengelolaan yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara mengatur musim penangkapan, ukuran perahu/kapal, dan jenis alat penangkapan ikan yang digunakan.
WPP 571 (Laut Cina Selatan) memiliki potensi perikanan pelagis yang sangat besar, dengan species ikan seperti ikan tuna, ikan cencaru, dan ikan kembung. WPP 572 (Laut Jawa) juga memiliki potensi perikanan pelagis yang besar, dengan species ikan seperti ikan lemuru, ikan kembung, layang dan ikan teri.
WPP 573 (Selat Malaka dan Laut Andaman) memiliki potensi perikanan pelagis yang beragam, dengan species ikan seperti ikan tuna, ikan cencaru, layang dan ikan kembung. WPP 574 (Laut Flores) memiliki potensi perikanan pelagis yang besar, dengan species ikan seperti ikan cencaru, ikan kembung, cumi-cumi, layang, cakalang dan ikan teri. WPP 575 (Laut Banda) memiliki potensi perikanan pelagis yang sangat besar, dengan species ikan seperti ikan tuna, ikan cencaru, layang, cakalang dan ikan kembung. WPP 576 (Laut Arafura) memiliki potensi perikanan pelagis yang beragam, dengan species ikan seperti ikan barramundi, ikan kembung, layang, cakalang dan ikan teri.
Pengelolaan yang berkelanjutan di setiap WPP-NRI sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan beberapa kebijakan untuk mengelola perikanan pelagis, termasuk pengaturan musim penangkapan, alat penangkapan ikan dan ukuran perahu/kapal.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi perikanan pelagis di Indonesia dapat dikembangkan secara optimal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional dan meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian nasional.
Oleh: Konight Anwar.





