Deli Serdang | 1kabar.com
Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jaringan Aktivis (GMJA) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gerbang Gedung Kantor DPRD Kabupaten Deli Serdang, Rabu (09/07/2025), menuntut 6 hal kepada Pejabat terkait, di depan Gerbang Gedung Kantor DPRD Deli Serdang.
Di depan perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang. Mereka meminta Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan untuk menggunakan Anggaran murni R-APBD Tahun Anggaran 2025, sebab serapan baru 1,3 persen sehingga berdampak pada masyarakat Deli Serdang sengsara.
Menurut mereka dalam orasinya, ada 6 poin berdasar atas tuntuntan tersebut, antara lain :
1) Jalan di Deli Serdang masih banyak yang hancur dan rusak.
2). Bantuan infrastruktur ke Sekolah terhambat dan dibatalkan.
3). Masyarakat yang sakit karena tidak dapat berobat menggunakan Anggaran APBD, padahal di Anggaran murni telah tertera Anggaran 111 Miliar untuk Rakyat Kabupaten Deli Serdang berobat secara gratis.
4). Gaji Honor di Kabupaten Deli Serdang tidak dibayarkan selama 4 Bulan dan Staf Ahli tidak mendapatkan Gaji selama 7 Bulan.
5). Banjir terjadi, akibat Anggaran untuk pembuatan drainase belum juga dikerjakan.
6). Serta, pengerjaan paving block Desa untuk akses jalan gang belum dikerjakan bahkan dihapus oleh Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, padahal ini sudah tercantum dalam DPA APBD Murni Tahun 2025.
Menanggapi aksi, Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Fraksi Partai (PDI-P), Indra Silaban menegaskan adapun tuntutan mereka soal paving block tidak dihapus.
“Semuanya ini ada PPAS. Semuanya ini untuk pembangunan Kabupaten Deli Serdang, dan masalah paving block ini tidak ada yang menghapus, sampai hari ini ada (tercantum),” kata Indra Silaban, Rabu (09/07/2025).
Perwakilan aksi dari sejumlah Mahasiswa tersebut mengungkapkan kalau Pemerintah Kabupaten Deli Serdang belum optimal sehingga banyak keresahan di masyarakat.
“Adapun poin-poin yang dilampirkan untuk ke DPRD Kabupaten Deli Serdang, poin yang memang banyaknya keresahan di masyarakat. Hari ini dengan kebijakan-kebijakan yang memang masih diperjuangkan tadi,” kata Hafiz Tampubolon selaku ketua aski.
“Banyak di lapangan yang kami temui, banyak Rakyat Kabupaten Deli Serdang tidak dapat berobat gratis. Hari ini pengurusan BPJS masih susah. Beberapa masyarakatlah contoh (di Daerah) Kecamatan Patumbak, ada yang di Kecamatan Galang waktu itu,” jelas Hafiz Tampubolon.(1kabar.com)





