Berita Terkini

Ramadhan Djamil Tegaskan Keaslian Ijazah Presiden Jokowi

138
×

Ramadhan Djamil Tegaskan Keaslian Ijazah Presiden Jokowi

Sebarkan artikel ini

Jakarta | 1kabar.com

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), Ramadhan Djamil, menegaskan bahwa ijazah Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, adalah asli dan sah. Pernyataan ini merespons maraknya isu dan tuduhan yang mempertanyakan keabsahan dokumen pendidikan kepala negara.

Ramadhan menyampaikan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memastikan keaslian ijazah Presiden. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan berita bohong (hoaks) maupun fitnah yang dapat merusak persatuan bangsa.

Baca juga Artikel ini  Sidang Pembacaan Tuntutan Tersangka 'HW' Atas Kasus Penipuan/Tipu Muslihat Pengurusan SHM Ditunda Minggu Depan

“Kita harus menjaga kredibilitas dan keutuhan Indonesia. Penyebaran fitnah dan informasi palsu hanya akan menimbulkan perpecahan serta kerugian sosial yang besar,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar Jajaran Wartawan Indonesia di Jakarta.

Ramadhan juga mengimbau kalangan media dan komunitas digital untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, sikap kritis harus diiringi dengan verifikasi fakta agar tidak menyesatkan publik.

Baca juga Artikel ini  18 Hari Operasi Berantas Premanisme, Polda Sulut dan Jajaran Ungkap 189 Kasus dan Amankan 63 Tersangka

“Demokrasi yang sehat membutuhkan informasi yang benar. Mari kita hindari penyebaran hoaks agar stabilitas dan keharmonisan bangsa tetap terjaga,” tambahnya.

Ia menilai bahwa peran pers sebagai penjaga informasi valid menjadi semakin penting di era digital yang sarat dengan arus informasi tidak terverifikasi. Konfirmasi resmi dari pihak kepolisian atas keaslian ijazah Presiden, lanjutnya, sudah cukup menjadi dasar untuk menghentikan polemik.

Baca juga Artikel ini  Ny. Hj. Jelita Asri Ludin Tambunan Lantik 7 Ketua TP PKK Kecamatan

Pernyataan tegas dari JWI ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dalam menyikapi isu-isu sensitif, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ruang publik yang sehat dan produktif. (Red)