Subulussalam–1kabar.com. Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang sering kali identik dengan ketegasan dan kedisiplinan, hadir sosok-sosok lembut yang membawa wajah humanis institusi Polri—para Polisi Wanita (Polwan). Di bawah kepemimpinan Kapolres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K., kehadiran Polwan tak sekadar menjadi simbol kesetaraan gender, tapi juga pelengkap wajah pelayanan Polri yang lebih empatik dan menyentuh hati masyarakat.
Kapolres AKBP Muhammad Yusuf dikenal sebagai figur yang aktif, merakyat, dan tak segan turun langsung ke tengah masyarakat. Ia kerap terlihat mendampingi para anggotanya, termasuk Polwan, dalam kegiatan sosial maupun keagamaan yang digelar di berbagai pelosok Subulussalam.
Salah satu momen yang menyentuh adalah saat para Polwan terlibat dalam program pembagian sembako dan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu dan anak-anak di daerah terpencil. Dengan senyum tulus dan pendekatan yang penuh kehangatan, para Polwan berhasil mencairkan suasana, menjembatani komunikasi antara aparat dan warga yang selama ini mungkin terasa jauh.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi juga dalam kebahagiaan dan kebutuhan sosial masyarakat,” ungkap AKBP Muhammad Yusuf. Ia menambahkan bahwa keterlibatan Polwan menjadi bukti bahwa kepolisian bisa menyentuh dengan pendekatan yang lebih personal, khususnya kepada perempuan dan anak-anak.
Tak hanya dalam kegiatan sosial, Polwan juga diberi ruang oleh Kapolres untuk berperan aktif dalam tugas-tugas strategis seperti patroli, pelayanan publik, hingga edukasi hukum di sekolah-sekolah.
Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif dan empatik, AKBP Muhammad Yusuf membuktikan bahwa keteladanan sejati bukan hanya soal keberanian dan kedisiplinan, tetapi juga soal bagaimana menjadi manusia yang hadir bagi sesama.
Redaksi: Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara





