MEDAN | 1kabar.com
Menjelang tengah malam suasana senyap di kawasan Jalan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, salah satu titik yang dikenal sebagai “kartel” narkoba dan judi terbesar di Kota Medan, mendadak pecah pada Minggu (11/01/2026). Tim Gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) kembali merangsek masuk untuk melakukan penegakan hukum.
Ini merupakan kehadiran petugas yang ketujuh kalinya dalam misi beruntun untuk memutus mata rantai kriminalitas yang telah menggurita selama bertahun-tahun di kawasan tersebut. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi kali ini adalah pesan kuat bahwa Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan peredaran gelap narkotika.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengenang bagaimana dulu di kawasan Jalan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung sangat sulit ditembus. Setiap kali petugas melakukan penindakan, perlawanan fisik selalu terjadi. “Dulu, setiap ada penegakan hukum disini, dan selalu ada perlawanan dari oknum-oknum setempat. Ada pelemparan, penyekapan anggota, dan bahkan ada yang menjadi korban. Tersangka yang sudah ditangkap dipaksa lepas, dan barang bukti yang diamankan dirampas kembali,” ujar Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi operasi, pada Minggu (11/01/2026).
“Dengan nada bicara tegas, ia menyatakan bahwa era intimidasi terhadap penegak hukum di kawasan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung telah berakhir. Sekali lagi saya sampaikan, hal itu tidak boleh lagi terjadi,” ucapnya.
Perwira yang akrab disapa JCS ini, dan operasi di kawasan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung bukan sekadar urusan teknis kepolisian seperti preventif atau preemptif. Ia menyebut gerakan ini sebagai misi kemanusiaan.
Menurutnya, dan membiarkan di kawasan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung terus menjadi sarang narkoba sama saja dengan membiarkan kehancuran generasi muda Indonesia. Apalagi, dampak narkoba dan judi selalu diikuti oleh gelombang kejahatan lain yang meresahkan warga masyarakat. “Dampak dari narkoba dan perjudian akan mengakibatkan tindak pidana baru lainnya, dan seperti pencurian dengan kekerasan serta kriminalitas lainnya. Kita berdiri disini subuh ini untuk memastikan generasi bangsa kita terselamatkan,” jelas Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak.
“Kehadiran tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur ini menunjukkan sinergitas yang solid untuk mengubah citra kawasan Jermal secara total. Petugas tidak hanya datang,” kata Kombes Calvin.(1kabar.com/nn0101)





