Makassar | 1kabar.com
Kericuhan dan tembakan peringatan polisi mewarnai aksi demonstrasi sekelompok mahasiswa memperingati Hari Sumpah Pemuda di bawah fly over di Jalan Urip Sumoharjo, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (28/10/2023).
Kericuhan itu bermula saat mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa sejak siang tadi membakar ban bekas dan menutup jalan di bawa jembatan fly over.
Namun, saat azan magrib berkumandang, aksi unjuk rasa tersebut tidak kunjung berhenti. Petugas pun mengambil tindakan tegas dengan membubarkan aksi unjuk rasa.
Petugas kepolisian bahkan melepaskan tembakan peringatan ke udara lantaran massa aksi enggan meninggalkan lokasi.
Aksi saling kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya tujuh mahasiswa ditangkap pihak kepolisian. Satu di antara tujuh mahasiswa itu adalah perempuan.
“Iya tujuh orang diamankan tadi. Dibubarkan karena sudah lewat jamnya,” kata Kabagops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto di lokasi.
Para mahasiswa tersebut tidak mengindahkan pemberitahuan yang disampaikan pihak kepolisian untuk segera berhenti berunjuk rasa sebelum pukul 18.00 Wita.
“Mereka bakar lima ban bekas, kemudian tutup jalan, lalu menahan mobil untuk dipakai untuk orasi sehingga kami secara persuasif untuk membubarkan,” ungkapnya.
Selanjutnya para mahasiswa yang ditangkap dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Sumpah Pemuda.(*)





