Budiman Nadapdap : Warga Binaan Bukan Musuh Rakyat dan Negara, Jangan Datang Kalau Tujuan Cari-Cari Kesalahan

Teks Foto : Budiman Nadapdap/(Doks Foto/1kabar.com/Suwandi Purba)

1kabar.com — MEDAN | Heboh temuan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong ternyata mendapat perhatian dari Budiman Nadapdap. Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang mantan Warga Binaan (WB) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Salemba Jakarta dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Bandung Tahun 2017-2020 mengurai sisi kemanusiaan Warga Binaan (WB) yang mungkin saja dilupakan publik oleh adanya temuan fasilitas mewah.

Tanpa bermaksud melakukan pembenaran terhadap pemberian fasilitas mewah untuk warga binaan tertentu, Budiman Nadapdap justru meminta publik untuk tidak berlomba bersuara menghujat para warga binaan.

Sebab katanya, sebagus apa pun fasilitas yang disediakan tetapi faktanya mereka adalah orang terpenjara, dikurung, tidak bisa bersosialisasi, jauh dari keluarga, dan kesehariannya berteman dengan tembok serta jeruji besi.

Mohon saudaraku sebangsa dan setanah air untuk menyadari bahwa siapa pun itu warga binaan statusnya adalah orang terpenjara. Orang yang sedang menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan.

Janganlah fokus kita hanya pada temuan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong saja tetapi cobalah bersimpati sedikit saja kepada mereka yang tengah berbeban berat.

“Mereka yang mengisi hari-hari penebusan kesalahan dengan rasa keputusasaan,” kata Budiman Nadapdap dalam diskusi dengan sejumlah wartawan di Medan, Selasa (29/09/2026).

Budiman Nadapdap mengaku hati nuraninya sebagai anak bangsa yang juga pernah menjadi warga binaan terusik dengan kehebohan temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong.

Tanpa bermaksud menyalahkan pihak mana pun Budiman Nadapdap menyebut hatinya merasa sedih ketika ada fenomena orang berkunjung ke lapas dengan tujuan mrncari-cari kesalahan.

Padahal seharusnya orang yang berkunjung ke lapas apalagi dari instansi terkait sepatutnya punya tujuan meningkatkan pelayanan lapas kepada warga binaan.

Ia menyebut dari namanya saja Lapas adalah Lembaga Pemasyarakatan yang sarat akan makna menjadi tempat untuk membina para tahanan serta terpidana. Bukan tempat atau penjara yang menghukum agar dikucilkan atau dimusuhi oleh rakyat apalagi negara.

“Saya sebagai mantan narapidana menyuarakan jeritan hati warga binaan yang saat ini berada di Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia bahwa mereka sedang menebus kesalahan, menjalani kurungan badan tetapi punya hak azasi juga serta bukan musuh rakyat apalagi negara,” ucap Budiman Nadapdap, Selasa (29/09/2026).

Apalagi katanya bukan sebuah rahasia umum lagi bahwa warga binaan yang menjalani hukuman belum tentu orang yang bersalah atau orang yang paling bersalah karena bisa saja jauh lebih banyak orang yang kesalahannya lebih besar tetapi tidak tersentuh hukum sehingga tidak dipenjara.

Atas dasar fakta itu Budiman Nadapdap berharap kehebohan temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong harus diikuti dengan pula dengan optimalisasi pelayanan bagi warga binaan.

Termasuk untuk kelayakan daya tampung ideal setiap ruang tahanan, asupan makanan dan minuman, layanan kesehatan dan rohani.

Ia menyebut hal azasi dan keadilan yang diberikan kepada warga binaan adalah tanggung jawab negara dan itu sangat berdampak kepada kehidupan warga binaan selepas keluar dari penjara.

“Saya secara pribadi merasakan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada kami saat berada di Lapas yang cukup berkesan, manusiawi sehingga selepas dari lapas ada rasa terima kasih kepada penjaga serta pegawai,” ungkap Budiman Nadapdap.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *