Arief Martha Rahadyan Jajaki Investor Korea Selatan untuk Pengembangan Bio-Oil di NTT, Bali dan Aceh

JAKARTA|1Kabar.com

Tokoh Penggerak Pariwisata, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., mendorong penjajakan kerja sama dengan investor Korea Selatan untuk mengembangkan potensi bio-oil berbasis alga laut di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Aceh. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi, mendorong hilirisasi sumber daya kelautan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Kekayaan laut Indonesia perlu didukung investasi, penguasaan teknologi, dan kemitraan strategis agar menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Diplomasi ekonomi harus mampu menghubungkan potensi daerah dengan investor yang memiliki kapasitas teknologi dan akses pasar. Tujuannya bukan sekadar mendatangkan modal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arief.

Peluang pengembangan bio-oil dari alga laut sebelumnya menjadi perhatian setelah investor Korea Selatan, Kim Byeong Yeol, President Asia Myko Global Co. Ltd., bertemu dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada 22 Agustus 2025 untuk membahas potensi alga laut sebagai sumber energi terbarukan.

Pengembangan di NTT, Bali, dan Aceh perlu diawali pemetaan potensi bahan baku, kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta dampak lingkungan. Kajian tersebut penting untuk memastikan setiap proyek sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

Arief berharap penjajakan dengan calon investor Korea Selatan dapat berlanjut melalui dialog bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga riset sehingga potensi bio-oil berbasis alga laut dapat dikembangkan secara berkelanjutan serta memperkuat daya saing ekonomi kelautan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *