BeritaBerita TerkiniPolri

Diterpa Hujan Deras, Ribuan Mahasiswa Langsa Tetap Desak Evaluasi Polri dan Pembubaran DPR

361
×

Diterpa Hujan Deras, Ribuan Mahasiswa Langsa Tetap Desak Evaluasi Polri dan Pembubaran DPR

Sebarkan artikel ini

1.KABAR.COM
Kota Langsa – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan di Kota Langsa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Senin (1/9/2025). Aksi ini menyoroti dua tuntutan utama, yakni evaluasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung di dua titik berbeda. Massa dari Universitas Samudra (Unsam) Langsa bergerak ke Mapolres Langsa, sedangkan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengarah ke gedung DPRK Langsa. Total sekitar 3.000 mahasiswa turun ke jalan, menerjang rintangan cuaca yang tak bersahabat.

Hujan deras sempat mengguyur Kota Langsa saat aksi berlangsung. Meski basah kuyup, para mahasiswa tetap bertahan di lapangan, menyuarakan tuntutannya dengan lantang. Semangat itu menegaskan bahwa gerakan ini tak bisa dibendung hanya karena cuaca ekstrem.

Baca juga Artikel ini  KOMSOS BABINSA KORAMIL 11/BANDAR BARU DENGAN GEUCHIK DAN KELOMPOK TANI BAHAS PENGEMBANGAN PERTANIAN DI DESA TUTONG

Gerakan ini merupakan gabungan kekuatan mahasiswa dari Universitas Samudra Langsa, Bustanul Ulum Langsa, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Mahasiswa Sains CND, HMI, dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI). Mereka menyebut diri sebagai Aliansi Mahasiswa Kota Langsa.

Kapolres Langsa, AKBP Mughi Prasetyo, S.I.K, memastikan pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi tersebut. Sebanyak 500 personel gabungan dari Polri, TNI, Brimob, dan Satpol PP diterjunkan guna menjaga keamanan dan ketertiban di dua titik aksi.

“Kami mengimbau agar para peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak terprovokasi pihak luar. Kita semua bersaudara, mari jaga agar gerakan ini tetap damai,” ujar AKBP Mughi melalui Kasat Binmas AKP Budi.

Koordinator aksi, Riyan Rahmadhan, yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Samudra Langsa, mewakili seluruh aliansi mahasiswa Kota Langsa”menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap dua institusi negara. “Kami menuntut evaluasi Polri dan pembubaran DPR. Jika aspirasi ini diabaikan, maka gelombang aksi akan kami perbesar. Namun kami tegaskan, perjuangan ini damai, bukan anarkis,” ujarnya di depan massa.

Baca juga Artikel ini  Massa Tergabung Koalisi Cipayung Plus Sumut Kecam tindakan Refresif Aparat Amankan UNRAS

Situasi sempat memanas di gedung DPRK Langsa, namun tetap terkendali. Ketua DPRK Langsa, Melvita Sari, S.A.B, bersama Wakil Ketua I Burhansyah dan sejumlah anggota dewan langsung menemui para demonstran untuk berdialog di halaman kantor dewan.meski diguyur hujan basah kuyub.

Melvita Sari berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa melalui jalur resmi. “Kami siap bekerja maksimal demi kepentingan rakyat. Jika kami lalai, seluruh anggota DPRK Langsa siap dinonaktifkan,” ucapnya, sebelum menandatangani surat perjanjian bersama sebagai bentuk komitmen dengan para mahasiswa.

Dialog tersebut disaksikan langsung oleh para anggota DPRK Langsa, yang ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk kesepakatan politik dan moral di hadapan mahasiswa dan aparat yang mengawal.

Baca juga Artikel ini  Belasan Mahasiswa USU Gelar Demonstrasi di Depan Mapolda Sumut, Kecam Tindakan Represif Polisi saat Amankan Demonstrasi di Sumut dan Desak Agar Tidak Ada Lagi Sikap Anarkis Terhadap Aksi Demonstrasi

Aksi yang berlangsung beberapa jam itu turut dihadiri sejumlah pejabat Forkopimda, termasuk Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo, Wakapolres Kompol Hendra Marlan, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Novi Widyanto, Kasdim 0104/Aceh Timur Mayor Inf,Hanafi,serta jajaran Satpol PP, Brimob, dan unsur keamanan dari Polres Aceh Timur yang diperbantukan (BKO).

Hingga sore hari, meski sempat diguyur hujan deras, aksi mahasiswa di dua titik berjalan aman, tertib, dan damai. Ribuan mahasiswa yang semula memadati jalan secara bertahap membubarkan diri setelah dialog dengan dewan selesai dan kesepakatan ditandatangani.sekanjutnya masa diantar ketitik awal Samudra Langsa melalui Truk Rio Polres Langsa dengan cinta damai.( : )

( Wan Atjeh)