LUBUK PAKAM,1kabar.com– DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung informasi Rakyat (LSM-LIRA) Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi langkah Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Deli Serdang yang menggelar Workshop Artificial Intelligence (AI) untuk Guru Hebat bagi 700 kepala sekolah dan guru TK se-Deli Serdang.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati DPD LSM LIRA Deli Serdang, Irwansyah, SE., MM, saat menghadiri kegiatan yang berlangsung di Graha Bhinneka Perkasa, Lubuk Pakam, Jumat (16/10/2026).
Menurut Irwansyah, program ini merupakan terobosan penting dalam meningkatkan kompetensi dan adaptasi teknologi bagi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tengah era transformasi digital.
“Kami dari DPD LIRA Deli Serdang sangat mengapresiasi program yang digelar IGTKI-PGRI DS ini. Ini adalah langkah maju untuk meningkatkan kompetensi digitalisasi para kepala sekolah dan guru PAUD agar tidak tertinggal teknologi, namun tetap mengedepankan pendidikan karakter,” ujar Irwansyah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Deli Serdang yang selalu terdepan dalam memberikan wadah dan dukungan terhadap peningkatan mutu guru.
Ia menilai, sebanyak 700 guru yang mengikuti workshop tersebut menjadi bukti nyata keseriusan IGTKI-PGRI dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik.
Workshop ini sendiri bertujuan meningkatkan kreativitas dan profesionalisme guru PAUD dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna.
Sementara itu, Bunda PAUD Deli Serdang, Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan,mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, pemanfaatan AI membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik.
“AI dapat membantu guru merancang kegiatan pembelajaran, mengembangkan media yang menarik, menyusun bahan ajar, menciptakan ide permainan edukatif, serta mendukung proses asesmen dan refleksi pembelajaran,” kata Ny. Jelita.
Meski demikian, Jelita menegaskan teknologi tetap merupakan alat bantu, sedangkan guru memiliki peran utama dalam membangun karakter, mengembangkan potensi, dan membentuk masa depan anak.
Ia menambahkan, dalam pendidikan anak usia dini, kehadiran guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. Anak-anak tetap membutuhkan kasih sayang, keteladanan, interaksi sosial, dan pendampingan emosional.
Diharapkan, keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi layanan, dan meningkatkan produktivitas di lingkungan kerja masing-masing.(Aceng )













