Aceh Tamiang:1Kabar.com
Para petani buah kelapa sawit di Gampong Sengkong, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, merasa resah dan tidak nyaman akibat maraknya aksi pencurian buah kelapa sawit (istilah warga: Ninja Sawit) di ladang milik warga.Aksi pencurian buah sawit yang dilakukan secara diam-diam di malam hari hingga dini hari tersebut sudah sangat meresahkan petani. Hasil panen yang sudah dirawat bertahun-tahun raib dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.
Sabtu (17-10-2026)
“Kami para petani sawit di Gampong Sengkong sangat resah Pak. Sudah beberapa bulan terakhir ini marak sekali pencurian buah sawit. Kadang kala Siang dan Malam dicuri, pagi kami ke ladang buah sudah hilang,” ujar salah seorang petani sawit Gampong Sengkong kepada 1Kabar.com,
Menurut Salah Seorang warga (IK) para pelaku pencurian atau yang biasa disebut “Ninja” ini beraksi dengan sangat rapi. Mereka biasanya mencuri buah sawit yang sudah masak dan siap panen, sehingga petani sangatlah sering mengalami kerugian yang tidak sedikit.”Sebutnya,
“Kalau 1-2 tandan mungkin tidak terlalu terasa, ini kadang puluhan tandan hilang dalam semalam. Kami rugi hingga mencapai jutaan rupiah. Ini sudah sangat meresahkan,” keluhnya
“Dalam dugaan saya pelaku pencurian tersebut bukan orang jauh, melainkan orang yang sudah mengetahui kondisi dan jadwal panen petani bahkan sudah tau keberadaan pemilik nya,
“Kami berharap ada patroli rutin dan perhatian dari aparatur Gampong Sengkong dan Polsek Manyak Payed. Kalau dibiarkan begini, petani bisa rugi terus,”harap pemilik Ladang,
Para petani di Gampong Sengkong berharap pihak keamanan Gampong dan aparat kepolisian dapat segera bertindak untuk menangkap para pelaku pencurian buah sawit tersebut.
Mereka juga meminta kepada para toke atau penampung buah sawit (RAM) untuk tidak membeli buah sawit dari hasil curian dan lebih selektif dalam menerima buah sawit dari orang yang tidak jelas asal-usul kebunnya.
“Kami minta kepada toke sawit jangan beli buah curian. Kalau toke tidak beli, pencuri juga tidak ada tempat jual,” tegas warga,
“Penulis: Eko”













