MEDAN | 1kabar.com
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menyampaikan enam tuntutan rakyat (Entura) dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Medan, pada Rabu (17/06/2026) malam.
Enam tuntutan itu yakni :
1). Reformasi Total Program Prioritas Pemerintah MBG, Koperasi Merah Putih dan Energi Nasional (BBM).
2). Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Hentaskan Kemiskinan dan Pengangguran.
3). Wujudkan Ekonomi Berdikari Berdasarkan Amanat Pasal 33 UUD 1945.
4). Stabilitas Nilai Rupiah, dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional.
5). Berantas Korupsi Hentikan Pemborosan Anggaran Negara.
6). Wujudkan Pemerintahan yang Demokratis Transparan dan Berpihak Kepada Rakyat.
Massa sempat memanas dengan membakar ban dan menggoyangkan Pagar Gedung DPRD kota Medan. Alasannya, tak satu pun Anggota DPRD Kota Medan berani menemui massa aksi unjuk rasa dari Mahasiswa dan Masyarakat.
Aparat Gabungan dari TNI-Polisi dan Satpol PP sempat kewalahan menenangkan massa aksi unjuk rasa yang kecewa dan emosi tak disambut Anggota DPRD Kota Medan. Namun setelah hampir satu jam, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit muncul menerima massa aksi unjuk rasa dan enam tuntutannya.
“Kami sengaja malam aksi unjuk rasa ini karena kebijakan pemerintah sering dilakukan malam-malam saat rakyat tidur. Kami datang menyampaikan enam tuntutan rakyat, Entura,” kata perwakilan massa aksi unjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Zulfadli saat berdialog dengan Erisda Hutasoit, pada Rabu (17/06/2026) malam.
Merespons tuntutan massa aksi unjuk rasa, Erisda Hutasoit menerima enam tuntutan yang tertera disecarik kertas. Lalu Erisda menandatangani sebagai simbol telah menerima enam tuntutan.
“Saya menerima enam tuntutan yang disampaikan adik-adik Mahasiswa Cipayung Plus. Selanjutnya akan saya sampaikan ke Pimpinan DPRD Kota Medan dan Anggota DPRD Kota Medan,” kata Erisda Hutasoit yang duduk diatas aspal bersama Mahasiswa didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, pada Rabu (17/06/2026) malam.
Massa aksi unjuk rasa yang datang menggunakan sejumlah mobil pikap lengkap dengan pengeras suara itu pun akhirnya membubarkan diri. Mereka dikawal polisi, sembari membersihkan sampah sisa-sisa aksi unjuk rasa.
Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi yang kian sulit, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai amburadul, hingga berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum menjawab harapan rakyat.
Aksi unjuk rasa Mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Medan mencerminkan meningkatnya kritik publik terhadap kondisi ekonomi, program prioritas pemerintah, dan tata kelola kebijakan yang dinilai belum optimal, sementara diterimanya enam tuntutan oleh pihak DPRD Kota Medan menjadi awal penting yang perlu diikuti langkah konkret agar aspirasi tidak berhenti pada simbol penerimaan saja.(1kbr/yl-40)












