Tema PESTA di usung GWK Sambut Pesta Rakyat 2026

 

Badung |1Kabar.com Garuda Wisnu Kencana atau GWK Culture Park kembali menggelar perayaan kemerdekaan melalui Pesta Rakyat 2026 yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2026. Acara tahunan ini memasuki penyelenggaraan ke-6 sejak pertama kali dicetuskan pada 2019.

Direktur Operasional GWK Culture Park, Ch. Rossie Andriani, menjelaskan tahun ini Pesta Rakyat dikemas dalam konsep PESTA yang merupakan akronim dari lima elemen utama.

“P adalah Panggung Budaya, E Eksplorasi Rasa, S Sorak-Sorai, T Titik Temu, dan A Alam Lestari. Ini kami kemas agar seluruh rangkaian acara sesuai dengan visi-misi GWK sebagai ikon budaya,” ujar Rossie dalam konferensi pers di GWK, Jumat 31 Juli 2026.

Lima Elemen Utama Pesta Rakyat 2026
Untuk Panggung Budaya, GWK menghadirkan dolanan rakyat seperti panjat pinang dan tarik tambang.

Pada Eksplorasi Rasa, pengunjung akan disuguhkan kuliner khusus kemerdekaan. “Ada burger warna merah, kemudian ada moktel juga yang akan kami sediakan di hari itu,” kata Rossie.

Elemen Sorak-Sorai diisi penampilan musisi nasional. Sejumlah nama yang dikonfirmasi tampil antara lain Aldi Tahir, Jussi Lussi, dan The Massive.

Konsep Titik Temu diwujudkan dengan mengajak masyarakat, UMKM, dan banjar-banjar untuk merayakan kemerdekaan bersama di GWK. Terakhir, Alam Lestari fokus pada edukasi lingkungan.

“Kami mencoba memberikan edukasi pengolahan sampah, pemilahan sampah organik dan non-organik. Ini sudah kami mulai beberapa waktu lalu,” jelas Rossie.

Alasan Konsisten Gelar Event Nasional
Rossie menegaskan peringatan kemerdekaan merupakan agenda sakral bagi GWK. Sejak 2019, GWK telah menetapkan empat event tahunan diantaranya, Festival Penjor, Festival Ogo-Ogo, Pesta Rakyat Agustus, dan Bali Countdown di akhir tahun.

“Kali ini kami juga menghadirkan kembang api dari tiga titik berbeda untuk menyemarakkan Pesta Rakyat,” tambahnya.

Untuk kurasi tenant F&B, Rossie menyebut pihaknya memprioritaskan makanan Nusantara namun tetap bervariasi. Kurasi dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih tenant.

“Kalau sudah ada kopi Indonesia, tidak ada dua lagi. Biar semua dapat manfaat,” ujarnya.

Target Kunjungan dan Asal Wisatawan
Menyinggung kunjungan wisatawan, Rossie menyebut rata-rata kunjungan harian GWK hingga Juli 2026 berada di 3.000 pax. Pada akhir Juni sampai Juli sempat naik ke 3.500 sampai 4.000 pax.

“Didominasi domestik. Tapi di akhir Juli ini wisatawan mancanegara juga mulai banyak karena musim panas di negara mereka. Australia lagi winter, jadi banyak yang ke Bali,” jelasnya.

Negara asal wisman terbanyak masih Australia, India, Korea, dan China. Dibanding tahun lalu, terjadi penurunan sekitar 20 persen yang dipengaruhi harga tiket pesawat yang melonjak. Untuk Agustus 2026, GWK menargetkan kunjungan tetap bertahan di 3.000 sampai 3.500 pax per hari.

“Agustus sebenarnya sudah masuk low season setelah liburan. Tapi kami juga mengandalkan pendapatan dari sewa venue seperti konser, gala dinner, dan event lainnya,” tutup Rossie.

Public Relation Department Head GWK, RR Indriani Kusuma, membenarkan pernyataan Rossie. Ia menambahkan Pesta Rakyat dihadirkan sebagai ikon Indonesia.

“Pesta rakyat sebagai ikon Indonesia kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya sekedar hiburan, akan tetapi kita ingin perayaan yang juga mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia serta melibatkan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan. Pada Pesta Rakyat nanti kita akan memunculkan permainan tradisional. Yang menjadi spesial tahun ini adalah undian berhadiah yang kita berikan kepada seluruh pengunjung atau yang membeli tiket,” kata Indriani.

Sementara dari sisi kuliner, Food and Beverage GWK, Ivan Munara, mengatakan UMKM atau tenant yang dikurasi untuk makanan akan lebih memprioritaskan makanan Nusantara.

Terkait tiket, Event and Experience Department Head sekaligus Koordinator Acara Pesta Rakyat 2026, Wayan Prima Yanti, mengatakan akan ada perbedaan harga di setiap kategori tiket

GWK Culture Park adalah ikon budaya Bali yang berlokasi di Badung. Selain menjadi destinasi wisata, GWK aktif menyelenggarakan event budaya dan nasional sebagai bentuk pelestarian dan promosi kebudayaan Indonesia. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *