Jakarta/1Kabar.com
Dalam momentum Hari Keanekaragaman Hayati Dunia 2026 yang mengusung tema “Acting Locally for Global Impact”, Arief Martha Rahadyan menyampaikan, bahwa pelestarian keanekaragaman hayati adalah agenda strategis untuk menentukan keberlanjutan peradaban, ketahanan pangan, serta kualitas hidup generasi mendatang.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui langkah nyata yang dimulai dari tingkat lokal.
Dengan tema Acting Locally for Global Impact mengingatkan kita bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran kecil di lingkungan sekitar. Menjaga hutan, sungai, pesisir, hingga keberlangsungan flora dan fauna lokal yang merupakan investasi ekologis yang dampaknya melampaui batas wilayah dan generasi,” ujarnya.
Pembangunan nasional di era modern harus bertumpu pada prinsip keberlanjutan (sustainable development), di mana pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup.
Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali hanya akan memperbesar risiko krisis iklim, degradasi lingkungan, dan hilangnya kekayaan hayati bangsa.
Arief mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga ekosistem melalui edukasi lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta konservasi berbasis komunitas.
Melindungi keanekaragaman hayati sejatinya yaitu menjaga masa depan bangsa. Ketika kita bertindak di tingkat lokal dengan kesadaran kolektif, maka kontribusi Indonesia terhadap keseimbangan ekologis global akan semakin nyata,” pungkasnya.












