MEDAN | 1kabar.com
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung penuh pelaksanaan penggenangan awal (initial impounding) Bendungan Lau Simeme yang direncanakan pada 17 Agustus 2026 mendatang sebagai tahapan penting sebelum bendungan mulai beroperasi.
Bendungan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, dukungan terhadap sektor pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Hendra Wijaya, saat menghadiri Rapat Sosialisasi Penggenangan Awal (Initial Impounding) Bendungan Lau Simeme di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Kamis (16/07/2026).
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga manfaat bendungan ini dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Hendra Wijaya.
Ia mengatakan, Bendungan Lau Simeme merupakan infrastruktur strategis yang akan menyediakan air baku sebesar 2,85 meter kubik per detik, mereduksi potensi banjir di Sungai Deli hingga sekitar 25 persen, menghasilkan energi listrik melalui PLTA berkapasitas 1 MW, serta berpotensi menjadi destinasi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan initial impounding untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terdampak.
Menurutnya, initial impounding merupakan proses pengisian awal waduk setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai.
“Selama proses tersebut berlangsung, masyarakat diimbau tidak memasuki area genangan, memancing, berenang, maupun melepas hewan ternak di dalam kawasan sabuk hijau (greenbelt),” imbaunya.
Masyarakat yang berada di wilayah hilir juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena akan terjadi penyesuaian debit air sungai selama proses penutupan pintu pengelak.
“Kami imbau warga menghindari aktivitas di bantaran sungai hingga proses penggenangan awal selesai,” pesannya.(***)












