Diterjang Angin Puting Beliung Saat Hujan Deras, 10 Rumah Warga di Desa Sigaragara Rusak Parah : Korban Masih Menanti Uluran Tangan Pemerintah

Teks Foto : Bencana angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Jalan Bandrek, Gang Berkah, Dusun I, Desa Sigaragara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (16/06/2026)/(Doks Foto/1kabar.com)

Deli Serdang | 1kabar.com

Bencana angin puting beliung yang disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Jalan Bandrek, Gang Berkah, Dusun I, Desa Sigaragara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (16/06/2026).

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 10 unit rumah warga masyarakat yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari atap terlepas hingga bagian bangunan yang ambruk.

Peristiwa itu terjadi saat hujan lebat mengguyur di wilayah Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang pada sore hari. Warga yang sedang berada didalam rumah mendadak panik ketika angin kencang berputar menerjang permukiman mereka. Dalam hitungan menit, suara gemuruh angin disertai benda-benda yang beterbangan membuat suasana mencekam.

Atap seng sejumlah rumah terangkat dan beterbangan terbawa angin. Beberapa bangunan yang terbuat dari material kayu bahkan tidak mampu menahan terjangan angin sehingga mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Salah seorang warga setempat, Riki Irawan, mengatakan sedikitnya 10 rumah terdampak akibat bencana tersebut. Menurutnya, kerusakan yang dialami warga masyarakat cukup serius dan membutuhkan penanganan segera.

“Ada sekitar 10 rumah yang rusak akibat puting beliung. Banyak seng rumah yang terangkat dan beterbangan, bahkan ada rumah kayu yang sebagian bangunannya ambruk,” ujar Riki Irawan saat dikonfirmasi 1kabar.com, pada Selasa (16/06/2026) .

Pasca kejadian, warga masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan memperbaiki bagian rumahnya yang masih memungkinkan untuk diselamatkan. Namun keterbatasan biaya membuat sebagian besar korban belum dapat memperbaiki kerusakan yang dialami.

Riki Irawan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak Desa maupun Kecamatan. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum menerima bantuan ataupun kunjungan dari instansi terkait.

“Kami sudah menyampaikan laporan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan. Tetapi sampai sekarang belum ada bantuan yang datang. Kasihan warga yang rumahnya rusak, apalagi malam ini mereka harus bertahan di rumah yang kondisinya sudah tidak layak,” katanya.

Kondisi ini membuat para korban berharap adanya perhatian dan bantuan darurat dari pemerintah daerah maupun instansi penanggulangan bencana. Selain membutuhkan material bangunan untuk memperbaiki rumah, warga masyarakat juga memerlukan bantuan kebutuhan pokok serta perlengkapan darurat.

Sebagian korban memilih tetap bertahan disekitar rumah mereka yang rusak meski dalam kondisi tidak nyaman. Mereka khawatir meninggalkan rumah tanpa pengawasan karena takut menjadi sasaran pencurian. Sementara itu, beberapa keluarga terpaksa menumpang di rumah kerabat atau tetangga yang lebih aman.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada para korban, sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal setelah musibah yang menimpa permukiman tersebut.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *