Berita

Jelang Dua Bulan Pasca Bencana SMKN 1 Peusangan Mobiller Sekolah…Belum Kondusif

76
×

Jelang Dua Bulan Pasca Bencana SMKN 1 Peusangan Mobiller Sekolah…Belum Kondusif

Sebarkan artikel ini

1Kabar.com. ll Bireun,Aceh. ~ Memasuki 56 hari pasca bencana banjir yang meluluh lantakkan Aceh,termasuk Kabupaten Bireun.Sekolah SMKN 1 Peusangan sampai hari ini masih berjibaku membersihkan sisa lumpur- lumpur dan peralatan sekolah, bangku, kursi,buku di lokal- lokal dan ruang belajar dan mengajar lainnya dalam ruang dan di halaman sekolah, oleh TNI,guru serta anak didik siswa/wi disela belajar dan mengajar yang sudah aktif kembali. Kamis(22/01-2026)

Baca juga Artikel ini  Tim Gabungan Polrestabes Medan Kembali Gerebek dan Rubuhkan Pondok Narkoba serta Markas Judi Mesin Meja Tembak di Sibolangit

Pantauan tim jurnalis yang meliput langsung ke lokasi.Sekolah SMKN 1 Peusangan memang salah satu sekolah yang berdampak parah dimulai dari pagar sekolah yang pada tumbang,lantai yang retak,dan halaman sekolah masih tergenang air lumpur jauh dari nomal.Masih banyak yang harus diperbaiki dan dibenahi yang perlu mendapat perhatian khusus Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan.

Baca juga Artikel ini  Puluhan Massa Persatuan Mahasiswa Pembela Rakyat Sumut Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Polda Sumut, Desak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Segera Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Azhari

Secara terpisah kepala sekolah SMKN 1 Peusangan,Joko Triyanto,ST, M,Pd.Ketika diwawancarai mengatakan,” Sekolah SMKN 1 Peusangan salah satu sekolah di Kabupaten Biruen yang sangat parah dampaknya dihantam bencana yang lalu,yang mana untuk membersihkan tanah lumpur kita memerlukan lebih kurang 600 kali mobil dam truk untuk mengangkut tanah lumpur yang udah ratusan kubik ditengah keterbatasan guru- guru dan siswa yang rumah- rumah mereka terkena bencana banjir juga.

Baca juga Artikel ini  Pasca Bencana, Pemko Langsa Salurkan Bantuan Beras 10 Kg Khusus Janda Lansia

Lanjutnya lagi”,beliau berharap agar sekolah SMKN 1 Peusangan ini,segera mendapat Mobiller, sebab dampak bencana telah merusak sarana dan prasana yang ada,yang mana saat ini kita meminjam dan menggunakan alat-alat prasana dari mitra dan milik pribadi guru-guru yang dibawak dari rumah mereka.( Tim)