MEDAN | 1kabar.com
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan tiga hal penting terkait pengungkapan narkoba di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
“Hal yang pertama rasa bangga saya terhadap Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) dan Jajaran yang berhasil mengungkap kasus narkoba. Sejak saya di Polda Sumatera Utara Tahun 2024 berhasil mengungkap 1,5 ton sabu, Tahun 2025 kita berhasil ungkap 1,7 ton sabu terbanyak di Indonesia. Dan baru 6 6 Bulan Tahun 2026 ini sudah berhasil mengungkap hampir 1 ton,” ujar Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dalam konfrensi pers di Gedung Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), pada Senin (20/07/2026).
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto merasa bersyukur kasus narkoba yang menjadi atensi Presiden Republik Indonesia terus ditingkatkan Ditresnarkoba dan Jajaran.
“Hal ini akan terus kita tingkatkan bersama-sama Polres dan Jajaran baik melalui tindakan persuasif maupun tindakan tegas terukur,” katanya.
Hal yang kedua, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menyebut tidak tutup mata terhadap adanya personel yang terlibat tindak pidana narkoba.
“Saya minta kepada Bid Propam dan Ditresnarkoba untuk memperoses anggota yang sudah melanggar. Ada beberapa anggota yang terlibat kita tindak bukan saja tindakan kode etik tapi juka tindak pidana narkoba. Bahkan dengan penangkapan dan penahanan di Polda Sumatera Utara,” tegasnya.
Ia menegaskan pihaknya bukan saja tegas kepada warga sipil namun juga kepada anggota polisi yang melanggar.
Kemudian, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan hal yang ketiga terkait pemberantasan narkoba bukan saja tugas Kepolisian (Polisi) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Pemberantasan narkoba tugas kita bersama baik pencegahan dan penanggulangannya,” katanya lagi.
Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto juga mengatakan tantangan yang dihadapi terkait pengungkapan narkoba.
“Kalau kita lihat barang bukti yang kita ungkap banyak namun mengapa tidak habis-habisnya. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu kita mengharapkan dukungan dari warga dan media untuk menginformasikan kepada pihak keamanan dan akan kita tindak,” tandasnya.(1kbr/inn0101/mdn/nn-40)












