Deli Serdang | 1kabar.com
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deli Serdang berinisial J membantah keras isu yang menyebut dirinya terlibat dalam proyek pembangunan Jembatan Sei Kuala Namu yang diketahui menelan anggaran sebesar Rp6,6 miliar.
Dalam klarifikasinya, J menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pengerjaan proyek tersebut.
“Selamat siang, Bapak dan Ibu. Terkait proyek pengerjaan jembatan yang Bapak/Ibu tanyakan, saya tegaskan bahwa pekerjaan tersebut bukan saya yang mengerjakannya. Untuk lebih jelasnya, silakan langsung mengonfirmasi kepada dinas terkait mengenai siapa pihak pelaksana proyek tersebut. Terima kasih banyak atas perhatian dan informasi yang telah disampaikan terkait pemberitaan ini,” ujar J saat dikonfirmasi awak media melalui via WhatsApp ,Jumat (10/10/2025).

Lebih lanjut, J juga menanggapi isu lain yang menyebut dirinya ikut membagi-bagikan proyek kepada pihak tertentu.
“Memang banyak berita yang saya dengar, katanya saya membagi-bagi proyek. Proyek yang mana yang saya bagi-bagi? Izin Bapak, saya ini hanya Ketua KONI. Kalau menyangkut olahraga, itu memang profesi dan tanggung jawab saya yang diberikan oleh Bapak Bupati sebagai Ketua Harian KONI Deli Serdang, bukan bagi-bagi proyek,” tegasnya.
J menambahkan, dirinya tidak memiliki kewenangan maupun keterlibatan dalam urusan proyek fisik, dan sepenuhnya fokus pada pembinaan atlet serta pengembangan kegiatan olahraga di Kabupaten Deli Serdang.
“Saya hanya fokus pada pembinaan atlet dan pengembangan kegiatan olahraga di Deli Serdang,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak media yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang.
“Sekali lagi terima kasih banyak kepada rekan media yang sudah memberikan ruang konfirmasi kepada saya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar,” ucapnya.
Informasi yang dihimpun, salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut bahwa proyek pembangunan Jembatan Sei Kuala Namu yang bernilai tender sekitar Rp6,6 miliar tersebut diduga memiliki kaitan dengan saudara J. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak dinas teknis terkait pelaksana atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
Proyek pembangunan jembatan tersebut saat ini tengah menjadi sorotan publik, menyusul munculnya berbagai pertanyaan mengenai pihak pelaksana kegiatan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang hingga kini belum memberikan jawaban terkait proyek dimaksud.( Tim )






