DELI SERDANG , 1kabar.com-Respons cepat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam menangani seorang warga yang ditemukan terlantar di Dusun II, Desa Siguci, Kecamatan STM Hilir, mendapat apresiasi dari jajaran DPD LSM LIRA Deli Serdang.
Bupati LIRA Deli Serdang, Hendra Wijaya, bersama Wakil Bupati LIRA Deli Serdang, Irwansyah, SE, dan Julham Nasution, SE, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah daerah yang dinilai cepat dalam merespons kondisi warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Menurut jajaran DPD LSM LIRA Deli Serdang, respons tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus implementasi kebijakan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, yang mengedepankan pelayanan publik secara cepat, tepat, humanis dan terkoordinasi.
“Respons cepat seperti ini patut diapresiasi. Pemerintah tidak hanya hadir dalam pelayanan administratif, tetapi juga harus mampu merespons persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Terlebih ketika menyangkut warga yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan,” ujar Hendra Wijaya.
Ia menilai penanganan terhadap warga terlantar membutuhkan perhatian serius dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah, kata Hendra, perlu memastikan warga yang berada dalam kondisi rentan mendapatkan pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.
Hal senada disampaikan Irwansyah, SE. Ia mengatakan penanganan terhadap warga yang dikenal dengan nama panggilan Yoyo tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah dapat diterapkan secara langsung ketika ada masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Kita mengapresiasi respons cepat Pemkab Deli Serdang. Ini menunjukkan pemerintah hadir dan tidak membiarkan masyarakat yang membutuhkan perhatian berjalan sendiri. Penanganan seperti ini harus dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan warga,” kata Irwansyah.
Wakil Bupati DPD LSM LIRA Deli Serdang, Irwansyah, SE., meminta Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memberikan tanda identitas khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berada dalam pembinaan atau naungan pemerintah daerah.
Menurutnya, tanda identitas tersebut dapat berupa gelang atau barcode yang memuat informasi penting, seperti nama, alamat, serta kontak keluarga atau pihak yang dapat dihubungi.
“Dengan adanya gelang, barcode, atau tanda identitas lainnya, apabila anak ABK ditemukan tersesat atau berada jauh dari keluarganya, masyarakat maupun aparat desa dapat lebih mudah mengetahui identitas dan alamatnya, sehingga bisa segera mengantarkannya kepada keluarga atau berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujar Irwansyah.
Sementara itu, Julham Nasution, SE, mengapresiasi koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan Yoyo.
Menurutnya, penanganan warga terlantar tidak cukup hanya dilakukan dalam jangka pendek, tetapi harus dilanjutkan dengan upaya mengetahui identitas, kondisi, serta keberadaan pihak keluarga atau pihak yang dapat bertanggung jawab terhadap yang bersangkutan.
“Yang kita harapkan bukan hanya penanganan sementara, tetapi ada tindak lanjut sampai keberadaan keluarga atau pihak yang bertanggung jawab terhadap yang bersangkutan dapat diketahui. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan unsur terkait,” ujar Julham.
Informasi mengenai keberadaan Yoyo mendapat perhatian pemerintah daerah setelah yang bersangkutan ditemukan di wilayah Desa Siguci pada Kamis (20/8/2026).
Hingga Senin (24/8/2026), keberadaan pihak keluarga Yoyo belum diketahui. Sementara itu, Yoyo masih berada di sekitar Masjid Al Muslimin, Dusun II, Desa Siguci, dan mendapatkan perhatian serta pemantauan dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Muslimin bersama masyarakat sekitar.
Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui perangkat terkait dengan melakukan penanganan dan pendampingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi Yoyo dapat diketahui secara lebih menyeluruh sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan.
Penanganan Atas Instruksi Bupati
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Suparno, melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Eviana Lestari, S.Pd.,M.Psi AUD, turut mengambil langkah dalam proses penanganan tersebut.
Eviana mengungkapkan, keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari tindak lanjut atas instruksi Bupati Deli Serdang dalam memberikan penanganan terhadap warga yang membutuhkan perhatian.
“Ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Deli Serdang agar warga yang ditemukan dalam kondisi seperti ini dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai,” ungkap Eviana.
Menurutnya, penanganan dilakukan dengan melibatkan tenaga pendamping yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan anak usia dini dan psikologi. Pendekatan yang digunakan mengedepankan cara persuasif dan humanis agar kondisi Yoyo dapat dipahami secara lebih utuh.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk melihat kebutuhan Yoyo, baik dari sisi pendampingan maupun kemungkinan penanganan lanjutan yang diperlukan.
LIRA Apresiasi Kepedulian Masyarakat
Jajaran DPD LSM LIRA Deli Serdang turut mengapresiasi kepedulian BKM Al Muslimin dan masyarakat sekitar yang selama ini memberikan perhatian kepada Yoyo.
Hendra Wijaya, Irwansyah, dan Julham Nasution berharap sinergi antara Pemkab Deli Serdang, pemerintah desa, BKM, masyarakat serta unsur terkait dapat terus berjalan hingga keberadaan keluarga Yoyo diketahui atau ditemukan solusi terbaik bagi yang bersangkutan.
“Yang paling penting, warga tersebut tidak kembali terlantar dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan. Kita berharap penanganan ini terus dikawal sampai tuntas,” pungkas Hendra.
Jajaran DPD LSM LIRA Deli Serdang juga berharap masyarakat yang mengetahui identitas maupun keberadaan keluarga Yoyo dapat segera menyampaikan informasi kepada pemerintah desa atau pihak terkait agar proses penanganan dapat dilakukan secara lebih maksimal. ( red)












