Aceh Singkil | Terkait adanya dugaan teror terhadap Panitia Pemilihan Keucik (P2K) Kampung atau Desa Penjahitan Kecamatan Gunung Meriah melalui nomor handphone yang sempat viral dibeberapa media online, hari Sabtu, (30/09/2023) malam ini.
MR, Selaku pemilik nomor hanphone, ia mengakui, baha dialah yang menelpon anggota P2K Penjahitan tersebut dan sekaligus mengklarifikasi pemberitaan
“Apa yang disampaikan oleh Heri Anggota P2K Penjahitan, semuanya hal itu tidaklah benar.” Ungkap, Mustawir.
Sebenarnya, Kejadiannya seperti ini, saya itu menelpon dengan, Heri anggota P2K itu memang ada, namun terkait pengancaman atau teror, yang dituduhkan terhadap saya, hal itu tidaklah benar.
Sama sekali saya, tidak ada menyinggung terkait persoalan permasalahan P2K di Desa Penjahitan.” Jelas, Mustawir.
Mustawir, Juga Menambahkan, Saya akui memang ada menelpon Heri, tetapi saya hanya tanya kepada bersangkutan, kenapa kau selalu mengganggu orang tua kandung saya.
“Janganlah seperti itu, kita ini satu Kampung, masalah kalian di P2K sedikit pun saya tidak mau campuri, karena itu masih ranahnya kalian, hanya itu yang saya sampaikan.” Ucap, Mustawir
Anggota Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Desa Penjaitan Heri mengakui adanya teror berupa ancaman terhadap dirinya pada Tanggal 24 September 2023 tepatnya pukul 10.27 Wib pagi hari, tiba-tiba ada nomor hp baru dengan nomor hp 081296268931 masuk menelpon dan ketika saya angkat, dia mengancam saya dengan bahasa mengancam dan mengatakan bahwa kalian keluarga semua terlalu maju mau kalian mati pakai hujan peluru ucap penelpon misterius tersebut.
Redaksi: Syahbudin Padank





