MEDAN | 1kabar.com
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun mengapresiasi 98 Connection Network dalam mendukung kebijakan strategis Pemerintahan dalam penguatan ekonomi keberlanjutan dalam Negeri.
Hal tersebut secara tegas dinyatakan dalam pernyataan sikap 98 Connection Network yang dibacakan oleh Kakanda Haris Rusly Moti pada suatu acara yang dilaksanakan sebuah resto di Jakarta kawasan SCBD pada Kamis, 21 Mei 2026, bahwa Komunitas Jaringan Aktivis kompak dan bergandengan tangan dalam mendukung dan mengawal semua program strategis Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Haris Rusly Moti juga mengatakan bahwa kebijakan yang telah diambil oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto sudah sesuai dengan cita-cita Reformasi, salah satunya adalah penuntasan kasus-kasus korupsi besar telah banyak diselesaikan di era Pemerintahan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto.
Begitu juga dengan kebijakan ekspor Batubara dan CPO dilakukan 1 pintu oleh BUMN berarti Pemerintah menunjuk satu atau beberapa Perusahaan Negara sebagai Pengendali Utama Ekspor. Tujuannya untuk memperkuat kontrol harga, devisa, pajak, dan stabilitas pasokan dalam Negeri. Sehingga posisi tawar Indonesia lebih kuat, mengingat Indonesia adalah produsen besar Batubara dan CPO dunia.
Jadi, jika ekspor terpusat, pemerintah dapat mengatur volume ekspor, menjaga harga global dan meningkatkan daya tawar terhadap pembeli luar Negeri seperti India dan China.
Dari sisi lain potensi penerimaan Negara dapat meningkat, karena dapat menekan kebocoran melalui transparansi transaksi yang akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah yang ditunjuk.
“Dari sisi hilirisasi juga, pemerintah bisa lebiih muda mendorong industri turunan didalam negeri seperti CPO menjadi Biodisel dan Oleokimia. Dan Batubara menjadi Gasifikasi dan DME,” pungkas Edison.(inn0101/1kbr/wo/mdn-40)












