DPW PKB Aceh Konsolidasikan Kekuatan, Pembentukan DPAC Se-Aceh Masuk Tahap Strategis

_cuva

BANDA ACEH | 1kabar.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Tim Pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Aceh, Minggu (13/9/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam konsolidasi internal PKB Aceh, khususnya dalam memastikan proses pembentukan kepengurusan DPAC di seluruh kabupaten/kota berjalan terarah, solid dan sesuai mekanisme organisasi.
Rapat dipimpin langsung Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, SE., MAP, yang akrab disapa HRD. Turut mendampingi Sekretaris DPW PKB Aceh Tgk. Mujlisal, S.Ag., MH, serta Wakil Ketua DPRA dari Fraksi PKB, Salihin, SH.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari proses pembentukan DPAC PKB se-Aceh, persiapan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), hingga agenda pengukuhan DPC dan pelantikan DPAC.
Konsolidasi ini dinilai menjadi momentum penting bagi PKB Aceh untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan. Struktur yang kuat di tingkat bawah menjadi salah satu modal utama partai dalam membangun komunikasi politik dan memperluas basis perjuangan di tengah masyarakat.

Ketua DPW PKB Aceh H. Ruslan M. Daud dalam arahannya menekankan pentingnya seluruh jajaran partai menjaga soliditas serta menghindari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan internal.

Menurut HRD, kekuatan PKB tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi juga sangat bergantung pada kekuatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan akar rumput.

“Kita harus tetap solid. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah konsentrasi dan kekuatan organisasi. Konsolidasi harus terus kita lakukan,” demikian penekanan HRD dalam rapat tersebut.

Selain konsolidasi struktur, HRD juga mengingatkan jajaran PKB Aceh agar lebih aktif menyampaikan berbagai kegiatan dan program partai kepada masyarakat melalui media online maupun media sosial.

Ia menilai, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi politik. Karena itu, kegiatan partai tidak cukup hanya dilakukan secara internal, tetapi juga harus dikomunikasikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kiprah dan kerja-kerja politik PKB.

“Perbanyak informasi kegiatan melalui media online dan media sosial. Apa yang kita kerjakan harus diketahui masyarakat. Jangan sampai kegiatan partai berjalan, tetapi publik tidak mendapatkan informasi,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar seluruh DPC dan DPAC PKB se-Aceh membangun komunikasi publik yang lebih aktif, kreatif dan terukur.

Dengan semakin kuatnya struktur organisasi dan meningkatnya publikasi kegiatan, PKB Aceh menargetkan seluruh jajaran partai mampu bergerak lebih efektif menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi penegasan bahwa pembentukan DPAC bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat mesin organisasi PKB dari tingkat provinsi hingga akar rumput.

PKB Aceh kini tengah merapikan barisan. Struktur diperkuat, konsolidasi dipercepat, komunikasi publik diperluas. Pesannya jelas, seluruh kader diminta solid dan bergerak bersama. (##)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *