Tak Biarkan seorang Nenek Berjalan dengan Dipapah, Kapolres Bitung Turun Tangan Dorong Kursi Roda: Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat

 

BITUNG  |1Kabar.Com

Kepedulian terkadang tidak membutuhkan banyak kata. Cukup dengan melihat, memahami kesulitan sesama, lalu bergerak membantu dengan tulus. Sikap inilah yang terlihat saat Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mendapati seorang nenek berjalan dengan dipapah ketika hendak mendapatkan pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bitung, (Rabu 28/10/2026).

 

Melihat kondisi nenek tersebut, Kapolres Bitung segera mengambil kursi roda dan menjemputnya. Dengan penuh perhatian, ia membantu nenek itu duduk di kursi roda, kemudian mendorongnya hingga ke loket pengaduan SPKT agar dapat menyampaikan laporan dan memperoleh pelayanan kepolisian.

 

Tanpa memandang usia maupun kondisi fisik, Kapolres Bitung menunjukkan bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik, layak, dan manusiawi. Nenek tersebut selanjutnya dilayani oleh petugas piket SPKT dengan baik untuk keperluan pelaporannya.

 

Momen ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian bukan hanya tentang penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga tentang kepekaan melihat kebutuhan masyarakat, kesediaan membantu mereka yang mengalami kesulitan, serta ketulusan dalam memberikan pelayanan.

 

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pelayanan nyata Polri kepada masyarakat, sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang digaungkan oleh Kapolri.

 

Menurutnya, masyarakat yang datang ke kantor polisi harus mendapatkan pelayanan yang baik tanpa terkecuali. Terlebih bagi warga lanjut usia maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, perhatian dan bantuan yang tepat sangat dibutuhkan agar mereka dapat mengakses pelayanan kepolisian dengan nyaman.

 

“Pelayanan kepada masyarakat bukan hanya tentang menerima laporan atau menjalankan prosedur, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan setiap orang dengan hormat, kepedulian, dan empati. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kita harus hadir dan membantu dengan sepenuh hati,” demikian pesan yang tercermin dari tindakan Kapolres Bitung tersebut.

 

Bagi seorang nenek yang membutuhkan bantuan untuk berjalan, dorongan kursi roda mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik tindakan itu tersimpan pesan penting bahwa masyarakat tidak boleh merasa sendirian ketika membutuhkan pertolongan, terlebih saat datang ke kantor polisi untuk mencari pelayanan dan menyampaikan pengaduan.

 

Polres Bitung terus mendorong seluruh personel untuk mengedepankan sikap humanis, responsif, dan proaktif dalam setiap bentuk pelayanan. Setiap anggota diharapkan tidak hanya menjalankan tugas sesuai prosedur, tetapi juga memiliki kepekaan untuk memahami kondisi masyarakat dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

 

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Bitung berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat, ramah, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Karena pelayanan yang baik bukan hanya diukur dari seberapa cepat laporan diterima, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian yang dirasakan masyarakat.

Aba**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *