Jakarta_1Kabar.com
Indonesia memiliki kekayaan destinasi dan budaya yang belum seluruhnya dikembangkan secara optimal.Tokoh penggerak pariwisata, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc.,menyampaikan pengembangan pariwisata harus menjadi instrumen strategis untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Pembangunan pariwisata harus diperluas melampaui destinasi populer seperti Bali, Mandalika, dan Labuan Bajo, dengan memberikan perhatian lebih besar kepada potensi daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Pariwisata tidak boleh hanya terkonsentrasi pada kawasan yang sudah berkembang. Setiap daerah memiliki potensi ekonomi dan identitas budaya yang dapat menjadi kekuatan baru pariwisata nasional,” ungkap Arief.
Pengembangan tersebut perlu diselaraskan dengan agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto, terutama pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
Arief juga mengatakan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal melalui pengembangan desa wisata, homestay, kuliner khas, kerajinan, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia demi membangun kesejahteraan masyarakat melalui potensi daerah. Dari desa untuk Indonesia, dari daerah untuk dunia,” tutup Arief.













