Banda AAceh| 1kabar.com. Di balik ketegasan seorang jenderal polisi, tersimpan sosok pemimpin yang dikenal sederhana, ramah, dan dekat dengan masyarakat. Itulah gambaran yang banyak disematkan kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah.
Selama memimpin Polda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah tidak hanya dikenal karena kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga karena sikap humanis yang membuatnya dicintai banyak kalangan.
Bagi sebagian masyarakat, Marzuki Ali Basyah bukan hanya seorang jenderal bintang dua. Ia adalah sosok pemimpin yang tidak membangun sekat antara dirinya dengan rakyat. Mulai dari wartawan, aktivis LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tukang becak, buruh harian, petani, nelayan, pedagang kecil hingga masyarakat di pelosok desa, semuanya merasakan kedekatan yang sama.
Setiap kali melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Aceh, Marzuki selalu menyempatkan diri menyapa masyarakat yang ditemuinya. Dengan senyum khas yang selalu menghiasi wajahnya dan tawa yang hangat, ia kerap mencairkan suasana serta membangun komunikasi yang akrab dengan warga.
Tak jarang, masyarakat yang awalnya merasa segan berhadapan dengan seorang Kapolda justru merasa nyaman saat berbincang langsung dengannya. Sikap rendah hati tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosoknya mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Banyak wartawan menilai Marzuki sebagai pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan masukan. Sementara para aktivis serta tokoh masyarakat melihatnya sebagai figur yang mudah diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Di sisi lain, para petani, buruh, nelayan hingga tukang becak yang pernah bertemu langsung dengannya mengaku terkesan karena Marzuki tidak pernah membedakan perlakuan berdasarkan status sosial.
Baginya, seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama dan layak mendapatkan perhatian serta pelayanan yang baik dari institusi kepolisian.
Sikap itulah yang membuat kehadiran Kapolda Aceh di berbagai daerah selalu mendapat sambutan hangat. Banyak warga yang merasa bangga bisa berfoto, berbincang, bahkan sekadar berjabat tangan dengan sosok jenderal yang dikenal murah senyum tersebut.
Menurut Syahbudin Padang, Wakil Ketua DPW Fast Respon Counter Polri (FRN) Nusantara Provinsi Aceh sekaligus wartawan 1Kabar.com, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah merupakan salah satu pemimpin Polri yang mampu membangun kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial.
“Selama saya mengikuti berbagai kegiatan Kapolda Aceh, saya melihat langsung bagaimana beliau berinteraksi dengan masyarakat. Tidak ada jarak antara seorang jenderal dengan wartawan, aktivis LSM, tokoh masyarakat, tukang becak, buruh, petani maupun masyarakat kecil lainnya. Semua disambut dengan ramah dan penuh keakraban,” ujar Syahbudin Padang.
Ia menilai, sikap humanis yang ditunjukkan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menjadi salah satu faktor yang membuat kehadiran Polri semakin diterima dan dicintai masyarakat Aceh.
“Setiap turun ke daerah-daerah, beliau selalu menyapa masyarakat dengan senyum khasnya. Terkadang diselingi candaan dan tawa yang membuat suasana menjadi hangat. Banyak warga merasa nyaman dan tidak canggung saat berkomunikasi dengan beliau,” katanya.
Sebagai insan pers sekaligus pengurus organisasi kemitraan Polri, Syahbudin juga mengapresiasi keterbukaan Kapolda Aceh terhadap wartawan dan berbagai elemen masyarakat.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang terbuka terhadap masukan, kritik dan saran. Hubungan dengan wartawan terjalin sangat baik. Begitu juga dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai komunitas di Aceh,” tambahnya.
Di tengah berbagai tantangan tugas yang tidak ringan, Marzuki Ali Basyah tetap menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui pendekatan yang humanis, penuh empati, dan mengedepankan komunikasi dengan masyarakat.
Tidak heran jika menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolda Aceh, apresiasi terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menilai Irjen Pol Marzuki Ali Basyah telah memberikan contoh bahwa seorang pemimpin besar tidak diukur dari pangkat dan jabatannya semata, tetapi dari kedekatannya dengan rakyat yang dipimpinnya.
“Beliau bukan hanya hadir sebagai Kapolda, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Sosok yang sederhana, humanis, dan selalu mengedepankan pendekatan persuasif. Tidak heran jika beliau mendapatkan apresiasi luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat Aceh,” tutup Syahbudin Padang.
Senyum yang ramah, tawa yang hangat, serta sikap yang merangkul semua kalangan menjadi kesan yang melekat kuat dalam diri Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Bagi banyak masyarakat Aceh, beliau bukan sekadar seorang Kapolda, melainkan sosok pemimpin yang hadir, mendengar, dan selalu dekat dengan rakyat.
Redaksi: 1kabar.com,












