Antisipasi Zero Accident, KSOP Benoa Gelar Sosialisasi Pemahaman Kelaiklautan ke Pelaku Pelayaran

 

Denpasar |1kabar.com Komitmen mewujudkan pelayaran aman terus dikuatkan KSOP Kelas II Benoa. Komitmen itu diwujudkan lewat Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kecelakaan Kapal di Grand Palace Hotel Sanur, Selasa 28 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti pemilik kapal, operator, nahkoda hingga ABK yang beroperasi di Pelabuhan Sanur dan wilayah kerja KSOP Benoa.

Kepala KSOP Kelas II Benoa Aprianus Hangki menegaskan, keselamatan pelayaran dimulai dari pemenuhan kelaiklautan kapal secara menyeluruh.

“Kami ingin semua pelaku usaha pelayaran paham betul aturannya. Laik laut itu bukan hanya soal mesin dan badan kapal, tapi juga sertifikasi, perlengkapan keselamatan, sampai kompetensi orang yang mengoperasikan. Kegiatan seperti ini kami gelar rutin setiap tahun,” jelas Aprianus.

Di Sanur sendiri tercatat ada 79 armada kapal yang aktif melayani penumpang. KSOP Benoa memastikan seluruh kapal tersebut dievaluasi sesuai standar nasional.

“Kalau dokumen lengkap, alat keselamatan ada, ABK bersijil, dan penumpang dibekali lifejacket serta tahu cara pakainya, maka kapal itu baru bisa kami kategorikan layak berlayar dan kami beri Surat Persetujuan Berlayar,” ujarnya.

Aprianus juga menyampaikan prinsip KSOP yaitu menekankan zero accident dan no compromise.

“Harus 100 persen patuh. Keselamatan tidak bisa ditawar. Itu arahan pimpinan kami,” tegasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi ini UPT Pelabuhan Nusa Penida, Gilimanuk, Celukan Bawang, Padang Bai, serta Distrik Navigasi Benoa sebagai bentuk koordinasi antar instansi.

Dalam sesi tanya jawab, Aprianus juga menyoroti persoalan wisata bahari. Menurutnya, edukasi ke pelaku wisata air perlu diperkuat bersama Pemda.

“Masih banyak yang belum tahu batas alur pelayaran. Padahal di alur itu dilarang aktivitas karena sangat berisiko. Baik untuk kapal besar yang melintas maupun untuk wisatawan. Aturan itu sudah ada di Permenhub dan akan terus kami sosialisasikan,” paparnya.

Sementara itu Agus Hermawan Susiloharto, Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Benoa, menyebut pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kapal 3 kali setahun pada momen Nataru, Lebaran, dan puncak kunjungan wisata.

“Yang paling sering kami temukan adalah SDM. Masih ada kru yang abai terhadap drilling dan kurang memahami aturan keselamatan. Untuk sarana dan prasarana dari pemilik kapal justru sudah cukup baik,” ungkap Agus.

Dengan kegiatan ini KSOP Benoa berharap budaya keselamatan semakin tertanam. Sehingga target Zero Accident di perairan Sanur dan sekitarnya bisa tercapai.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *