Subulussalam | 1Kabar.com – Sabtu, 1 Agustus 2026. Sekitar 40 siswa SD Negeri (SDN) Cipar-Pare Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, hingga kini masih menjalani proses belajar mengajar di bangunan Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) milik desa. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap Pemerintah Kota Subulussalam, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Pusat segera membangun gedung sekolah beserta ruang kelas baru (RKB) yang layak.
Kepala Desa Cipar-Pare Timur, Saipul, mengatakan keterbatasan fasilitas pendidikan membuat para siswa belum dapat belajar di gedung sekolah sendiri. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan gedung TPA sebagai ruang belajar sementara.
“Selama ini honorarium guru saya bayarkan menggunakan dana pribadi. Alhamdulillah sekarang sekolah sudah menerima Dana BOS, sehingga saya tidak lagi terbebani untuk membayar honor guru,” ujar Saipul.
Menurutnya, Pemerintah Desa Cipar-Pare Timur telah menunjukkan komitmennya dengan menyiapkan lahan sekitar satu hektare di Dusun Mekarsari sebagai lokasi pembangunan sekolah. Lahan tersebut bahkan telah diratakan agar siap digunakan apabila pembangunan direalisasikan.
“Kami selaku pemerintah desa sudah menyiapkan lahan seluas satu hektare di Dusun Mekarsari. Lokasinya sudah diratakan dan siap digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru SDN Cipar-Pare Timur. Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan tersebut,” katanya.
Menanggapi konfirmasi 1Kabar.com, Kepala SD Negeri Cipar-Pare Timur membenarkan bahwa hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di gedung TPA.
“Benar, kami masih menggunakan gedung TPA sebagai fasilitas belajar mengajar untuk SD Negeri Cipar-Pare Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2026/2027 sekolah memiliki sekitar 40 siswa, dengan tenaga pendidik terdiri dari 3 orang guru, 1 operator sekolah (OPS), dan 1 kepala sekolah.
Terkait kondisi sarana dan prasarana, pihak sekolah mengakui masih mengalami banyak keterbatasan karena belum memiliki gedung sekolah sendiri.
“Untuk sarana dan prasarana kami masih banyak kekurangan karena masih menumpang di gedung TPA. Jadi kami menggunakan fasilitas yang tersedia di gedung tersebut untuk mendukung proses belajar mengajar,” jelasnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan ruang kelas dan kantor sekolah telah diajukan kepada pemerintah terkait. Namun hingga kini pembangunan tersebut belum terealisasi.
“Kami sudah mengusulkan agar segera dibangun ruang kelas dan kantor sekolah. Sampai sekarang kami masih menunggu realisasi pembangunan tersebut,” katanya.
Sebagai tenaga pendidik, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap sekolah-sekolah baru yang masih mengalami keterbatasan fasilitas.
“Harapan kami, Pemerintah Kota Subulussalam dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan sekolah, khususnya bagi sekolah yang baru memulai. Saat ini SD Negeri Cipar-Pare Timur sudah memiliki tiga rombongan belajar, namun masih menumpang di gedung TPA. Kami berharap pembangunan gedung sekolah dapat segera direalisasikan,” harapnya.
Masyarakat juga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar anak-anak di Desa Cipar-Pare Timur dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak. Mereka menilai pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus didukung dengan sarana dan prasarana yang aman, nyaman, dan memadai.
Dengan adanya gedung sekolah permanen, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal sehingga kualitas pendidikan di SD Negeri Cipar-Pare Timur semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Penulis: Syahbudin Padang
Redaksi: 1Kabar.com












