Badung, | 1kabar.com Event tahunan “Pesta Rakyat 2026” sukses digelar di GWK Cultural Park – Bali pada puncak acara di hari Senin (17/8). Dimeriahkan oleh ribuan pengunjung,
Penyelenggaraan Pesta Rakyat yang keenam ini mengusung konsep PESTA, yaitu Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari, perayaan tahun ini tidak hanya menghadirkan panggung hiburan, tetapi juga rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas lokal Bali terutama generasi muda.
Program Dolanan diikuti 156 peserta yang siap berkompetisi dalam permainan tradisional mulai dari tarik tambang, panjat pinang, balap bakiak, balap karung estafet, egrang, balap kelereng, hingga makan kerupuk. Semangat keberagaman budaya turut mewarnai rangkaian perayaan melalui Kirab Budaya dari SD 4 Jimbaran yang digelar pada 14 Agustus 2026 dan diikuti hampir 600 peserta.
Para peserta menampilkan kostum yang merepresentasikan 18 daerah di Indonesia, serta pertunjukan Seni Tabuh Baleganjur. Keterlibatan banjar, pelajar, dan masyarakat dalam kedua kegiatan tersebut menjadikan rangkaian perayaan kemerdekaan di GWK Cultural Park sebagai ruang untuk merayakan kebersamaan sekaligus mengenal kekayaan budaya Indonesia.
“Pesta Rakyat kami selenggarakan sebagai ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan bersama di GWK Cultural Park. Sebagai destinasi wisata budaya, nilai-nilai budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan kami. Tahun ini, semangat tersebut turut diwujudkan melalui Kirab Budaya yang melibatkan hampir 600 siswa sekolah dasar. Kegiatan ini mencerminkan keterbukaan GWK Cultural Park sebagai Panggung Budaya bagi masyarakat untuk mengenal dan mengekspresikan keberagaman budaya Indonesia,” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Dari panggung budaya, perayaan kemudian berlanjut dalam suasana hiburan dan kemeriahan. Rangkaian hiburan menghadirkan penampilan Teater Topeng SMAN 2 Denpasar, Soulfood, Juicy Luicy, D’Masiv, dan Aldi Taher yang dipandu oleh Duo Giga. Berbagai aktivitas interaktif dan undian berhadiah turut melengkapi perayaan sebelum ditutup dengan pertunjukan kembang api dari tiga titik di kawasan GWK Cultural Park.
Tidak hanya menghadirkan hiburan, Pesta Rakyat juga mengajak pengunjung menikmati ragam pengalaman kuliner dan produk lokal. Di booth Jendela Bali, pengunjung dapat menikmati sajian bertema kemerdekaan seperti Sang Saka Burger, Patriot Panna Cotta, dan minuman Semangat Juang.
Sementara itu, MyMelali GWK Market turut menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menghadirkan beberapa produk UMKM dengan beragam produk lokal. Pengunjung juga dapat menemukan pilihan oleh-oleh di booth Kencana Souvenir yang turut hadir selama Pesta Rakyat.
Semangat perayaan kemudian dilengkapi dengan perhatian terhadap lingkungan sebagai bagian dari Alam Lestari.
Selama acara, tercatat sebanyak 453 kg sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah, dengan sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah anorganik diarahkan untuk proses daur ulang. Dalam pengelolaannya, GWK Cultural Park berkolaborasi dengan Bali Waste Cycle untuk mengolah limbah anorganik menjadi berbagai produk menarik dan bernilai guna. Upaya tersebut turut dilengkapi dengan edukasi pengelolaan lingkungan melalui showcase composting dan eco enzyme.
“Bagi kami, kemeriahan dan kepedulian terhadap lingkungan sudah seharusnya dapat berjalan beriringan. Melalui Pesta Rakyat, kami berharap masyarakat tidak hanya membawa pulang pengalaman. merayakan kemerdekaan, tetapi juga semangat untuk terus menjaga kebersamaan dan lingkungan,” lanjut Rossie.
Ragam pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya GWK Cultural Park menghadirkan perayaan kemerdekaan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dari budaya dan permainan tradisional, pertunjukan musik, kuliner dan produk lokal, hingga edukasi lingkungan, Pesta Rakyat 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana yang meriah sekaligus penuh kebersamaan.Tentang GWK Cultural Park
GWK Cultural Park merupakan destinasi budaya dan pariwisata yang terletak di Ungasan, Bali, dengan kawasan seluas 60 hektare, tempat berdirinya Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 121 meter, GWK Cultural Park menghadirkan perpaduan seni, budaya, hiburan, dan pengalaman rekreasi dalam satu kawasan.
Sebagai salah satu destinasi ikonik di Bali, GWK Cultural Park dikunjungi oleh lebih dari 1,5 juta pengunjung setiap tahunnya dan menghadirkan 15 pertunjukan budaya setiap hari, yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi Bali. Selain menjadi destinasi wisata budaya, GWK Cultural Park juga merupakan venue untuk berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, termasuk KTT G20 dan World Water Forum, serta beragam kegiatan MICE, konser, festival, dan acara komunitas.
GWK Cultural Park terus mengembangkan perannya sebagai ruang yang mempertemukan budaya, masyarakat, kreativitas, dan berbagai pengalaman dalam mendukung ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.(red)












