Bupati bersama Wakil Bupati Serdang Bedagai Tinjau Lokasi dan Korban Banjir Bandang di Lima Desa-Silinda

Teks Foto : Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Tambunan meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Kamis (05/11/2026)/(Doks Foto/Istimewa/1kabar.com/Syamsuddin)

Serdang Bedagai,1kabar.com — Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Tambunan meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Kamis (05/11/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian akibat bencana yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) malam.

Banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut berdampak pada lima Desa, yakni Desa Kulasar, Desa Pamah, Desa Tarean, Desa Sungai Buaya, dan Desa Tapak Meriah.

Selain merendam rumah warga, bencana juga menyebabkan kerusakan jembatan, erosi bantaran sungai, longsor, serta kerusakan lahan pertanian.

Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya menyampaikan, berdasarkan laporan yang ia terima, dampak cukup signifikan terjadi di Dusun II, Desa Kulasar. Sebanyak 21 rumah warga terendam banjir, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat.

Total perkiraan kerugian terhadap rumah dan perlengkapan warga di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp. 370 juta.

Kerusakan juga terjadi di Desa Pamah. Jembatan Batu Logang mengalami kerusakan berat setelah tertimpa tumpukan kayu berukuran besar yang terbawa arus.

Kondisi tersebut mengganggu akses utama masyarakat menuju kawasan perladangan. Selain itu, sekitar dua hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Desa Tarean, terdapat dua titik longsor pada jalur penghubung menuju permukiman warga. Sementara itu, sekitar satu hektare persawahan di Desa Sungai Buaya terindikasi terancam gagal panen.

Kemudian di Desa Tapak Meriah, jembatan Ardipas mengalami kerusakan setelah penyangga sisi kanan dan kirinya hanyut terbawa arus.

Darma Wijaya mengatakan, pemerintah daerah akan memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan penanganan yang diperlukan.

Menurutnya, peninjauan langsung menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga langkah penanganan dapat ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak yang ditimbulkan bencana ini. Keselamatan warga menjadi prioritas. Kita juga akan mengidentifikasi kebutuhan penanganan, terutama rumah masyarakat, akses penghubung, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan,” ujar Bang Wiwik, sapaan akrabnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang bermukim disekitar bantaran sungai dan wilayah rawan longsor.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terdapat tanda-tanda peningkatan debit air maupun kondisi alam yang berpotensi membahayakan.

Sementara itu, Adlin Tambunan menekankan pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana.

Menurutnya, pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi permukiman warga, tetapi juga infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Penanganan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi. Kita perlu memetakan kerusakan dan menentukan skala prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap. Infrastruktur yang rusak juga harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas perekonomian warga,” kata Adlin Tambunan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mendorong perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dalam penanganan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan dan mengidentifikasi langkah pemulihan sektor pertanian.

“Penanganan lanjutan diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat kerusakan infrastruktur pascabencana,” tuturnya.

Di kesempatan ini, Darma Wijaya bersama Adlin Tambunan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok serta rehabilitasi rumah bagi masyarakat yang terdampak.

Hadir dalam kegiatan Kepala BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Rico Ebtian, S.STP., M.Si, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba, ST., MSP, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai, dr. Syari Aldi Saragih, Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Serdang Bedagai, Reza Firmansyah, ST., MAP, para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan unsur Forkopimcam Silinda.(1kbr/srg/dh40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *