1kabar.com — MEDAN | Menyikapi dan Menindaklanjuti akan tingginya kasus penyalahgunaan napza di Kota Medan dan ditambah lagi dengan maraknya penggunaan narkoba dengan new substance narkoba dalam bentuk pod getar dikalangan masyarakat, baik itu pada usia anak atau remaja maupun orang dewasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, mengatakan edukasi pencegahan tidak cukup hanya dengan menjelaskan bahaya narkoba. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk menolak ajakan menggunakan narkoba.
“Edukasi ke masyarakat tidak cukup hanya dijelaskan jika narkoba itu berbahaya, tapi harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat untuk menolak ajakan memakai narkoba,” ujar dr. Surya Syahputra Pulungan kepada wartawan, pada Senin (26/10/2026).
Menurut dr. Surya Syahputra Pulungan, masyarakat juga perlu memahami faktor risiko penyalahgunaan narkoba, termasuk mengenali berbagai jenis narkoba yang berkembang di tengah masyarakat.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mendorong Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk puskesmas, agar memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba secara berkelanjutan.
“Ia menilai keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan, mulai dari sekolah, lingkungan masyarakat, media sosial hingga forum komunikasi publik,” katanya.
Melalui berbagai saluran tersebut, informasi mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan.
dr. Surya Syahputra Pulungan juga mengimbau masyarakat agar segera mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba. Langkah tersebut penting agar mereka bisa mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.
“Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat untuk mendukung keberhasilan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Medan,” pungkasnya.(1kbr/mdn/yl40)













