Dua Putra Asal Gayo Pimpin Partai Politik di Kota Langsa, Setelah Noma Khairil Kini Chaidir Toweren

Caption : Chaidir Toweren (doc/Wan Atjeh)

LANGSA | 1Kabar.com — Kiprah putra asal Gayo dalam panggung politik Kota Langsa kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya Noma Khairil dipercaya memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Langsa selama dua periode, kini giliran putra asal Toweren, Chaidir Toweren, yang dipercaya memimpin salah satu partai politik nasional di Kota Langsa.

Chaidir Toweren kini dipercaya sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Langsa, partai yang secara nasional dikenal dengan sosok Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Namun, bagi Chaidir Toweren, dunia politik bukanlah ruang yang baru dimasukinya. Ia mengaku telah terjun dan bergabung dalam organisasi politik sejak 2003. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal dalam menjalankan amanahnya sebagai pimpinan partai di tingkat kota.

Perjalanan Chaidir di dunia politik juga tidak hanya berada pada satu organisasi. Ia pernah dipercaya menduduki posisi Sekretaris salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berafiliasi dengan Partai Gerindra di Provinsi Aceh. Pengalaman tersebut turut membentuk pemahamannya mengenai dinamika organisasi, konsolidasi politik dan kerja-kerja kepartaian.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia politik, posisi Ketua DPC PKB Kota Langsa bagi Chaidir bukan sekadar sebuah jabatan baru, melainkan bagian dari perjalanan panjangnya dalam organisasi politik.

Sementara itu, Noma Khairil sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur politik yang cukup lama memimpin PKS Kota Langsa. Kepercayaan untuk memimpin partai selama dua periode menunjukkan adanya pengalaman dan kepercayaan internal partai terhadap kepemimpinannya.

Kini, kepemimpinan partai politik di Kota Langsa kembali dipercayakan kepada putra Gayo. Chaidir Toweren, putra asal Toweren, Aceh Tengah, mendapat amanah memimpin DPC PKB Kota Langsa.

Fenomena tersebut menarik untuk dicermati. Keduanya memiliki latar belakang sebagai putra Gayo yang kemudian mengambil peran dalam dinamika politik Kota Langsa.

Bagi Chaidir, amanah memimpin PKB Kota Langsa datang dengan tantangan yang tidak ringan. Ia harus membangun konsolidasi organisasi, memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat bawah serta memperluas basis kader.

DPC PKB Kota Langsa saat ini tengah melakukan penguatan struktur organisasi. Setelah pembentukan DPAC di lima kecamatan, agenda berikutnya diarahkan pada pembentukan DPRt di tingkat gampong.

Target yang dibangun bukan semata mengejar jumlah struktur dan kader, tetapi bagaimana keberadaan partai dapat dirasakan masyarakat melalui kerja-kerja politik yang konstruktif.

Kehadiran dua putra Gayo dalam kepemimpinan partai politik di Kota Langsa juga memperlihatkan bahwa ruang politik daerah terbuka bagi siapa saja yang mampu membangun kepercayaan dan menunjukkan kapasitas kepemimpinan.

Dalam politik lokal, latar belakang daerah asal bukan satu-satunya ukuran. Kapasitas, pengalaman organisasi, kemampuan membangun komunikasi, konsistensi dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat menjadi modal penting seorang pemimpin partai.

Dengan pengalaman politik sejak 2003, Chaidir kini memasuki fase baru dalam perjalanan politiknya bersama PKB. Tantangannya adalah membuktikan bahwa pengalaman panjang tersebut dapat diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi dan kerja politik yang nyata.

Sementara pengalaman Noma Khairil memimpin PKS selama dua periode menjadi bagian dari catatan perjalanan politik putra Gayo di Kota Langsa.

Dua nama, dua partai dan satu latar belakang Gayo. Keduanya telah mengambil bagian dalam dinamika politik Kota Langsa dengan jalur dan kendaraan politik masing-masing.

Kini perhatian publik tertuju kepada Chaidir Toweren. Dengan pengalaman politik yang telah dibangun sejak 2003, mampukah putra Toweren tersebut membawa PKB Kota Langsa tumbuh menjadi kekuatan politik yang semakin diperhitungkan?

Jawabannya tentu tidak cukup dengan jabatan. Waktu, konsolidasi organisasi dan kerja politik di tengah masyarakat yang akan membuktikannya.

(Wan Atjeh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *