Jangan Janji Kalau Belum Pasti, yang Pasti Saja Belum Tentu Jadi

 

1.Kabar.Com.
Kota Langsa – Harapan masyarakat korban banjir di Kota Langsa terhadap pencairan bantuan dari pemerintah hingga kini masih menggantung tanpa kepastian. Janji demi janji yang disampaikan seolah menjadi penghibur sementara, namun realisasinya belum juga terlihat nyata di tengah masyarakat yang masih membutuhkan perhatian serius.

Musibah banjir yang melanda Kota Langsa beberapa bulan lalu bukanlah bencana kecil. Dari total 66 gampong yang ada, sekitar 51 gampong dilaporkan terdampak banjir dengan berbagai kerugian yang dirasakan masyarakat. Banyak rumah warga rusak, perabot hanyut, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh akibat bencana tersebut.

Kini, hampir enam bulan pasca banjir, masyarakat mengaku belum merasakan adanya realisasi bantuan yang benar-benar nyata. Kondisi itu membuat sebagian warga mulai kecewa dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak pasca banjir yang hingga hari ini masih menyisakan penderitaan bagi masyarakat kecil.

Di tengah penantian panjang tersebut, masyarakat juga menyoroti sikap pihak terkait yang dinilai terkesan diam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi terkait lainnya dianggap belum memberikan penjelasan yang jelas kepada publik mengenai perkembangan pencairan dana bantuan tersebut.

Sementara di sisi lain, warga terus menunggu kabar baik yang tak kunjung datang.
Yang lebih membuat masyarakat kecewa, sebelumnya sempat beredar informasi bahwa bantuan akan dicairkan sebelum Hari Raya Idul Adha,Janji itu sempat menjadi harapan besar bagi warga korban banjir untuk sedikit meringankan beban ekonomi mereka menjelang lebaran. Namun kenyataannya hingga mendekati lebaran hanya sebuah janji, bantuan yang dijanjikan tersebut belum juga terealisasi.

Kini masyarakat mulai bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan dana bantuan banjir tersebut? Mengapa hingga berbulan-bulan proses pencairannya belum juga jelas?

Pertanyaan itu terus muncul di tengah masyarakat karena mereka merasa terlalu lama menunggu tanpa kepastian.
Sebagai pemerintah, menjaga kepercayaan rakyat tentu bukan hanya lewat ucapan, melainkan melalui tindakan nyata. Masyarakat memahami jika ada proses administrasi maupun mekanisme yang harus dilalui.

Namun setidaknya pemerintah harus terbuka dan jujur menyampaikan kendala yang sebenarnya terjadi agar tidak menimbulkan asumsi liar di tengah publik.

Kalimat “jangan janji kalau belum pasti, yang pasti saja belum tentu jadi” kini menjadi ungkapan yang banyak disampaikan warga. Ungkapan itu lahir dari rasa kecewa masyarakat yang merasa terlalu sering diberikan harapan, tetapi hasil akhirnya nihil.

Masyarakat Kota Langsa kini hanya berharap adanya kepastian dan langkah nyata dari Pemerintah Kota Langsa serta pihak terkait. Sebab rakyat kecil yang menjadi korban banjir tidak membutuhkan janji yang indah, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah kesulitan mereka.( #)

( Wan Atjeh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *