Mahasiswa Tuding Jawaban Inspektur Deli Serdang Edwin Nasution Diduga Arogan dan Tendensius, Demonstrasi Cipayung Plus di Depan Kantor Bupati Deli Serdang Ricuh

Teks Foto : Aksi unjuk rasa massa Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang di depan Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (28/10/2026) sore, memanas setelah Inspektur Kabupaten Deli Serdang Edwin Nasution terlibat adu argumen dengan mahasiswa diatas mobil komando/(Doks Foto/1kabar.com/1kabar.com/Zulkarnain Lubis)

1kabar.com — Deli Serdang | Aksi unjuk rasa massa Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang di depan Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (28/10/2026) sore, memanas setelah Inspektur Kabupaten Deli Serdang Edwin Nasution terlibat adu argumen dengan mahasiswa diatas mobil komando.

Kericuhan bermula saat Edwin Nasution menanggapi orasi mahasiswa dengan intonasi tinggi. Mahasiswa menilai jawaban tersebut tendensius dan memancing emosi, hingga berujung aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas pengamanan dari Polresta Deli Serdang.

Ketua KAMMI Kabupaten Deli Serdang, Syaripudin Latif Hasibuan, meminta Edwin Nasution menyampaikan jawaban dengan nada lebih tenang.

“Pak Edwin yang buat intonasi tinggi, kalau bapak menjawabnya dengan intonasi rendah stabil. Kita tidak akan terpancing, Pak. Bapak kalau mau menjawab Bupati tidak ada disini, pakai intonasi rendah,” kata Syaripudin dari atas mobil komando di depan pintu masuk Kantor Bupati Deli Serdang.

Ia menegaskan mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan mencari keributan.

Setelah sempat ricuh, Edwin Nasution dilerai sejumlah Pegawai Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan dibawa ke Halaman Kantor Bupati Deli Serdang.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Muhammad, turun langsung ke lokasi untuk menenangkan mahasiswa. Ia kemudian mempersilakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Fitrian Syukri, memberikan penjelasan bahwa Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo sedang tidak berada di kantor.

Tak lama, Edwin Nasution kembali menemui massa dan meminta maaf karena sempat terpancing emosi. Dalam kesempatan itu, ia menyebut realisasi pekerjaan dari total pergeseran anggaran Rp. 503 miliar telah mencapai Rp. 493,85 miliar.

“503 itu, Adinda Hasibuan, itu tidak perlu persetujuan DPRD Kabupaten Deli Serdang, enggak usah dipolitik lagi lah. Pimpinan DPRD Kabupaten Deli Serdang sudah ke Jakarta, sudah minta klarifikasi, sudah jelas,” ujar Edwin.

Sebelumnya, orator Shandy Saragih menyoroti anggaran Rp. 800 juta untuk median Jalan Sultan Serdang atau arteri menuju Bandara Kualanamu yang disebutnya berstatus jalan nasional, namun diperbaiki menggunakan APBD.

Sementara Ketua HMI Kabupaten Deli Serdang, Freddy Dermawan, menyoroti nasib 2.341 Guru PPPK Paruh Waktu yang menurutnya baru dibayar Rp. 500 ribu untuk tiga bulan, dipotong pajak, dan diminta membuat video ucapan terima kasih kepada Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan.

Dalam aksinya, Aliansi Cipayung Plus yang terdiri dari HMI, IMM, HIMMAH, KAMMI, dan GMNI membawa sembilan tuntutan. Mulai dari transparansi pergeseran anggaran Rp. 503 miliar, audit realisasi Rp. 493,85 miliar, penjelasan penggunaan APBD untuk jalan nasional, audit program Ibu Jelita Asri Ludin Tambunan, hingga pembayaran penuh hak Guru PPPK Paruh Waktu.(1kbr/ds/zl40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *