Menggema di Balik Jeruji Besi Tahanan, Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi Jadi Momentum Perubahan Warga Binaan

Teks Foto : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Melaksanakan Kegiatan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi pada Rabu (27/05/2026)/(Doks Foto/1kabar.com)

Deli Serdang | 1kabar.com

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi pada Rabu (27/05/2026).

Bertempat di Lapangan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Pakam, kegiatan ini mengusung tema, “Spirit Kurban Harus Rawat Alam dan Kemanusiaan,” sebagai refleksi nilai keikhlasan dan kepedulian sosial dalam momentum Hari Raya Idul Adha. Sejak pagi hari, warga binaan telah bersiap dengan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki.

Suasana religius begitu terasa saat gema takbir berkumandang, menambah kekhusyukan pelaksanaan ibadah. Khutbah Sholat Idul Adha disampaikan oleh seorang Ustaz, Awaluddin yang memberikan pesan mendalam terkait makna kurban dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, Ustaz menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keikhlasan dalam berkorban, mengendalikan diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Ia mengaitkan tema Idul Adha Tahun 2026 ini dengan kondisi warga binaan yang tengah menjalani pembinaan didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Momentum Idul Adha Tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya saudara-saudara warga binaan, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Spirit kurban mengajarkan kita untuk ‘menyembelih’ ego, kesalahan masa lalu, serta membangun kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam diri. Di balik keterbatasan, kita tetap bisa menebar kebaikan, merawat kepedulian, dan menjaga harmoni dengan sesama serta lingkungan,” ujar Awaluddin.

Kegiatan Sholat Idul Adha ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).(inn0101/1kbr/ds/ac-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *