BITUNG |1Kabar.Com
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bitung kembali menorehkan babak baru dalam perjalanan organisasinya.
Melalui musyawarah internal yang digelar di Sekretariat Muhammadiyah Bitung, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Madidir, Sabtu (22/8/2026), para kader IMM bermufakat memilih Muhammad Iqbal Arsyad sebagai Ketua Umum (Ketum) IMM Bitung untuk periode 2026–2027.
Sebelumnya, musyawarah ini diwarnai diskusi panjang dan kritis mengenai arah gerakan organisasi, terutama soal kaderisasi, intelektual, serta peran IMM dalam isu sosial dan keumatan.
Selama forum berlangsung, peserta terlibat aktif memberikan masukan terkait strategi IMM dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya, Iqbal menyampaikan rasa haru dan tekad besar untuk membawa IMM Bitung lebih maju.
“Hari ini, saya berdiri di hadapan kalian dengan penuh rasa syukur dan amanah yang besar sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang baru terpilih.
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sahabat, teman, dan kader yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin IMM di periode yang akan datang,” tutur iqbal.
Berikut bluprint perjalanan PC IMM Bitung ke depannya:
1. IMM Bitung sebagai organisasi berkemajuan dan kekuatan sosial masyarakat kota-industri; penting untuk kembali memristor dan mereaktualisasi kerja-kerja Intelektual sebagai nafas baru di tubuh kepemimpinan cabang IMM Bitung ke depannya.
2. Merektualisasi lagi keberpihakan IMM Bitung terhadap masyarakat kecil yang terpinggirkan dan dipinggirkan secara secara struktural di tengah kawasan laut industri.
3. Merealtualisasi tantangan terhadap peluruhan nilai ideologis keislaman dan Kemuhammahdiyahan yang mesti dikembalikan ke tanggung jawab asalnya, yakni perkaderan dan kekaderan.
4. Merealtualisasi tantangan kebudayaan masyarakat yang semakin oportunis dan meterialis, yang kian masuk dan berefek di tubuh organisasi IMM.
5. Tantangan analisis sosial yang kian usang. Banyak sekali persoalan sosial yang sudah tidak bisa dipecahkan atau bahkan sekedar untuk disentil oleh anak-anak IMM.
Aba**












