MEDAN | 1kabar.com
Tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban meninggal dunia tertimbun puing-puing bangunan akibat ledakan yang terjadi di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (22/07/2026).
Berdasarkan identifikasi ketiga korban itu bernama Jesika, Ros dan Sinta. Jesika merupakan Istri pemilik Rumah, sementara dua lainnya merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Baby Sitter asal Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera Utara.
“Tiga jasad korban ledakan itu ditemukan di Lantai II Rumah bernomor 3B, persis dibawah reruntuhan bangunan,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan, Hery Marantika kepada wartawan di lokasi, Rabu (22/07/2026).
Dia mengungkapkan, tim gabungan juga berhasil menyelamatkan tiga korban luka-luka lainnya, termasuk seorang balita berusia dua tahun yang masih menjalani Perawatan Medis di Rumah Sakit.
“Korban selamat terdiri atas Jeavelin, Hasan, seorang Sopir, dan seorang Kurir atas nama Yuda,” ungkapnya.
Kata dia, setelah semua jasad ditemukan proses evakuasi pasca terjadinya ledakan itu dihentikan.
Di ketahui, penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin, 20 Juli 2026 lalu, terjadi perbedaan pendapat.
Di lokasi kejadian, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak sebelumnya mengatakan, berdasarkan investigasi awal ledakan disebabkan adanya kebocoran pipa gas tanam yang berada didalam rumah.
“Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, sumber ledakan karena kebocoran pipa gas tanam itu berasal dari dalam Rumah Nomor 3B hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga lainnya ikut terdampak akibat terkena serpihan.
Sementara, PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Area Head PGN Kota Medan, Agus Kurniawan menyebutkan, hasil deteksi gas yang dilakukan disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi atau rumah yang menjadi sumber ledakan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi).
“Saat Tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan Tim Teknis dan Tanggap Darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,” pungkasnya.(1kbr/mdn-40)












