Berita TerkiniDaerahKesehatanNasionalPemerintah

Turunkan Angka Stunting, Pemprov Sumut Lakukan Dua Intervensi

252
×

Turunkan Angka Stunting, Pemprov Sumut Lakukan Dua Intervensi

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Upaya penurunan angka prevalensi stunting, menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), yang harus di kawal demi mewujudkan Sumber Daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan dua jenis intervensi.

Hal itu di sampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Mayjen (Purn) Hassanudin pada kegaitan Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Promosi dan (KIE) Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting untuk Mitra Kerja dan Pemangku Kebijakan Daerah Sumatera Utara di Hotel Grand Central Premiere, Jalan Putri Merak Jingga Nomor : 3A Medan, pada Rabu (29/11/2023).

Baca juga Artikel ini  Polsek Medan Timur Amankan 2 Pelaku Curanmor

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Mayjen (Purn) Hassanudin menyebutkan, intervensi pertama adalah gizi spesifik yang sasaran prioritasnya Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Anak Usia 0 sampai 59 Bulan, Remaja, dan Wanita Usia Subur.

Baca juga Artikel ini  Pj Bupati Ir. Wiriya Alrahman, MM : Kabupaten Deli Serdang Tegaskan Komitmen Untuk Penaggulangan Stunting

“Yang di lakukan seperti pemberian makanan tambahan bagi Ibu Hamil dari kelompok Miskin, serta pemberian Suplemen Tablet tambah Darah, Suplemen Kalsium, pemeriksaan kehamilan, Suplemen Kapsul Vitamin A, Suplemen Taburia, Imunisasi, Suplemen Zinc, pengobatan Diare, dan manajemen terpadu Balita Sakit,” katanya.

Intervensi kedua, adalah Gizi Sensitif. Intervensi ini, jelasnya, dengan melakukan peningkatan penyediaan Air Minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan Gizi dan Kesehatan, peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktik pengasuhan, Gizi Ibu dan Anak, serta peningkatan akses pangan bergizi.

Baca juga Artikel ini  Ada Apa Dengan Penyidik Polres Nias, Kasus Pengeroyokan Feberman Halawa, Laporan Polisi 170 Berubah Menjadi 351

“Untuk memastikan bahwa semua program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjalan, kami lakukan dengan meningkatkan fungsi monitoring dan evaluasi, memastikan pemberian layanan yang bermutu, peningkatan akuntabilitas, dan percepatan pembelajaran,” ucapnya.

Berdasarkan data (BKKBN) saat ini, tercatat sebanyak 791.399 keluarga berisiko stunting di Sumatera Utara. Sebanyak 139.734 Keluarga di antaranya merupakan Keluarga dengan peringkat kesejahteraan sangat Miskin.(Redaksi/Dinas Kominfo Sumut/Zulkarnain.Lubis)