1kabar.com – Deli Serdang | Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI memberikan perhatian terhadap produk sapu lidi dari limbah pelepah kelapa sawit asal Kabupaten Deli Serdang yang telah menembus pasar ekspor.
Bahkan, produk tersebut dinilai berpotensi menjadi instrumen diplomasi ekonomi, sekaligus meningkatkan nilai tambah lagi petani dan pelaku usaha lokal.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Komisi I, Syahrul Aidi Maazat, memperkenalkan gagasan diplomasi sapu lidi, yakni mempromosikan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam berbagai kegiatan diplomatik dan kunjungan bilateral ke negara sahabat.
Hal itu disampaikan Syahrul Aidi dalam kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI yang berlangsung di Aula Cendana Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, sapu lidi merupakan contoh bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki peluang pasar Internasional.
“Kalau kita memanfaatkan ini, berarti ada nilai tambah bagi masyarakat petani sawit dan sekitarnya untuk meningkatkan ekonomi mereka. Tadinya sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” kata Syahrul.
Syahrul menjelaskan, sapu lidi dapat menjadi alternatif cenderamata dalam pertemuan diplomatik, sehingga produk lokal Indonesia semakin dikenal di dunia Internasional.
“Kalau selama ini cenderamata dalam kegiatan diplomatik biasanya berupa kopi atau produk lainnya, sesekali kita bisa memperkenalkan sapu lidi. Kita ingin produk lokal Indonesia semakin dikenal dan bisa mendunia,” paparnya.
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) juga siap memfasilitasi komunikasi dengan kedutaan negara-negara sahabat di Jakarta untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan maupun hubungan antardaerah atau sister city.
“Kita ingin mengajak Kabupaten Deli Serdang mengubah cara pandang bahwa daerah ini bukan hanya bagian dari Indonesia, tetapi juga bagian dari dunia. Karena itu, produk-produk yang dihasilkan masyarakat harus mulai diarahkan untuk mampu menembus pasar internasional,” terangnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, menyambut baik gagasan diplomasi sapu lidi sebagai dorongan untuk mengembangkan potensi UMKM dan petani kelapa sawit di daerah.
“Kami berterima kasih atas dukungan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI yang ikut mendorong ekspor produk lokal. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghimpun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan petani kelapa sawit, mulai dari skala kecil hingga besar, dalam sebuah komunitas agar pengembangannya lebih terarah,” ujar Bupati.
Ia mengatakan, pembentukan komunitas tersebut diharapkan memudahkan koordinasi dan pengembangan usaha, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan petani.
Bupati juga berharap dukungan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berlanjut pada pembukaan akses pasar dan kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor.
“Kami berharap Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) dapat membantu menjembatani kerja sama dengan negara-negara tujuan agar produk masyarakat Kabupaten Deli Serdang mendapat peluang pasar yang lebih luas. Dengan begitu, potensi yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi V, Musa Rajekshah atau Ijeck, menilai Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi strategis untuk terus berkembang, terutama karena keberadaan Bandara Internasional Kualanamu yang menjadi salah satu pintu penghubung Sumatera Utara dengan berbagai wilayah.
“Kabupaten Deli Serdang ini memiliki potensi luar biasa karena menjadi salah satu daerah terdepan di Sumatera Utara, didukung keberadaan Bandara Kualanamu. Saya melihat Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan mulai menggerakkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan pembangunan daerah,” sebut Ijeck.
Ia berharap potensi yang dimiliki daerah dapat dioptimalkan melalui kreativitas dan inovasi, termasuk dalam mengembangkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas manfaat pembangunan bagi berbagai komunitas masyarakat.
Dukungan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dan penguatan kolaborasi di tingkat daerah diharapkan dapat membuka peluang baru bagi produk unggulan Deli Serdang untuk bersaing di pasar internasional, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.
Turut hadir Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, SS, Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy bersama Jajaran Pimpinan Perangkat Daerah lainnya. Sementara dari Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) hadir bersama Ketua Delegasi yakni Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Sigit Purnomo, Fathi, Faujia Helga Br. Tampubolon, Didik Haryadi, Himmatul Aliyah, Anisah Syakur, Habib Idrus Salim Aljufri, Dewi Coryati, Tenaga Ahli dan para Staf.(1kbr/ds/zul40)













