Jakarta_1Kabar.com
Keberhasilan Superaplikasi Rumah Pendidikan meraih Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori E-Government yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pencapaian tersebut dinilai menjadi tonggak bersejarah bagi transformasi digital pendidikan Indonesia di tingkat internasional.
Tokoh Pendidikan Nasional, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., menyampaikan penghargaan tersebut merupakan bukti nyata kemampuan putra-putri bangsa dalam menghadirkan inovasi digital yang diakui dunia.
Prestasi ini bukan sekadar sebuah penghargaan internasional, tetapi menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk melahirkan inovasi digital yang mampu bersaing di tingkat global. Keberhasilan Rumah Pendidikan harus menjadi motivasi untuk terus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik,” ujar Arief.
Digitalisasi pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Arief berharap keberhasilan tersebut dapat diikuti dengan pemerataan akses teknologi hingga ke daerah terpencil agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Transformasi digital akan memberikan manfaat yang maksimal apabila seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan dan daerah 3T, memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan berbasis teknologi. Inovasi harus mampu menjangkau seluruh anak bangsa tanpa terkecuali,” tambahnya.
Arief juga mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan Superaplikasi Rumah Pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan talenta digital Indonesia menjadi kunci lahirnya inovasi yang mampu mengharumkan nama bangsa.
Semoga pencapaian ini menjadi awal lahirnya lebih banyak inovasi digital karya anak bangsa yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital global,” tutup Arief.












