Pidie|1Kabar.com
SIGLI_Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama dan penyuluh agama guna meningkatkan cakupan imunisasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Implementasi Rekomendasi Hasil Studi UNDERVAC-ID (Understanding Under-Vaccination in Indonesia) bersama tokoh agama dan penyuluh agama Kabupaten Pidie Tahun 2026, di Oproom Bupati Pidie, Kamis (8/10/2026).
Kepala Dinkes Pidie, dr. Muhammad Dwi Wijaya, mengatakan, hasil studi UNDERVAC-ID menjadi bahan penting untuk memahami berbagai faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat belum memperoleh imunisasi secara lengkap, mulai dari keterbatasan akses hingga persoalan kepercayaan, pemahaman, dan informasi yang keliru.
Keterlibatan tokoh agama sangat strategis dalam menyampaikan edukasi kesehatan karena memiliki kedekatan dan pengaruh kuat di tengah masyarakat.
Keraguan dan misinformasi mengenai vaksinasi perlu dijawab melalui komunikasi yang tepat, termasuk pendekatan keagamaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Pidie.
Dinkes Pidie melibatkan pimpinan dayah, imam masjid, tokoh agama, serta penyuluh dari Kementerian Agama untuk memperluas edukasi imunisasi hingga ke tingkat kecamatan dan gampong.
Peserta membahas sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan literasi kesehatan berbasis nilai-nilai Islam, pelibatan penyuluh agama dalam sosialisasi imunisasi, serta penyamaan persepsi antara tenaga kesehatan dan tokoh agama dalam menjawab pertanyaan masyarakat mengenai keamanan dan kehalalan vaksin.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pidie, para kepala puskesmas, serta tim teknis Dinkes Pidie.
Dinkes Pidie berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menekan risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Layanan kesehatan sudah kita siapkan sampai ke puskesmas dan pustu. Sekarang tugas kita bersama adalah memastikan masyarakat mau dan yakin untuk datang. Insyaallah bersama ulama, kita bisa,” kata Dwi.
Melalui kerja sama berkelanjutan ini, tokoh agama dan penyuluh diharapkan menjadi mitra strategis tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga dan generasi mendatang.













