Menyentuh Hati! Briptu Sukurdiara Sisihkan Gaji untuk Renovasi Rumah Nenek Marliana, Wujud Nyata Polisi Humanis di Subulussalam

SUBULUSSALAM | 1KABAR.COM— Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya, tersimpan kepedulian yang begitu tulus terhadap masyarakat. Briptu Sukurdiara, Bhabinkamtibmas Desa Penanggalan Barat, Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam, Polda Aceh, menunjukkan bahwa pengabdian seorang polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membawa harapan bagi warga yang membutuhkan.

Kepedulian itu terlihat ketika Briptu Sukurdiara melihat kondisi rumah Ibu Marliana Caniago, seorang warga lanjut usia yang tinggal di Dusun Silak, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Melihat kondisi rumah yang membutuhkan perbaikan, hatinya tergerak untuk membantu.

Tanpa menunggu perhatian orang lain, Briptu Sukurdiara rela menyisihkan sebagian dari gaji yang diterimanya untuk membantu renovasi rumah tersebut. Langkah sederhana itu menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi. Terkadang, ketulusan hati dan kemauan untuk berbagi jauh lebih berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi hadir sebagai keluarga bagi masyarakat.

Bagi seorang ibu yang membutuhkan uluran tangan, bantuan tersebut tentu bukan hanya soal perbaikan bangunan. Ada rasa diperhatikan, dihargai, dan dikuatkan ketika masih ada orang yang bersedia peduli terhadap keadaan dirinya.

Kebaikan Briptu Sukurdiara pun menggerakkan masyarakat sekitar. Sejumlah warga turut memberikan bantuan melalui tenaga dan kemampuan masing-masing. Semangat gotong royong tumbuh, memperlihatkan bahwa kepedulian satu orang dapat menggerakkan banyak hati untuk melakukan kebaikan bersama.

Rumah yang membutuhkan perhatian itu perlahan mendapat sentuhan perbaikan. Lebih dari sekadar membenahi tempat tinggal, kebersamaan tersebut menghadirkan pesan bahwa masyarakat tidak harus membiarkan sesamanya menghadapi kesulitan seorang diri.

Doa tulus seorang ibu untuk polisi yang peduli Dengan penuh haru, Ibu Marliana Caniago menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih banyak, Nak Sukurdiara, sudah peduli kepada saya. Saya tidak tahu bagaimana membalas semua kebaikan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Nak Sukurdiara, memberikan kesehatan, melindungi dalam menjalankan tugas, melancarkan rezeki, serta menjaga Nak Sukurdiara dan keluarga di mana pun berada,” demikian ungkapan terima kasih yang dapat disampaikan mewakili perasaan seorang ibu penerima bantuan.

“Semoga Allah selalu memberikan keselamatan saat bertugas, menjauhkan dari segala bahaya, mengangkat derajatnya, dan menjadikan setiap langkah pengabdiannya sebagai amal ibadah. Semoga semakin banyak orang baik seperti Nak Sukurdiara yang mau membantu masyarakat kecil seperti saya,” menjadi doa tulus yang menggambarkan besarnya harapan seorang ibu atas kebaikan yang diterimanya.

Polisi humanis, pengabdian yang menyentuh kehidupan Kisah Briptu Sukurdiara menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anggota Polri tidak hanya dinilai dari pelaksanaan tugas dan penegakan hukum, tetapi juga dari kehadirannya ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Kepedulian yang diwujudkan melalui pengorbanan sebagian gaji pribadi memberikan pesan kuat bahwa seragam bukanlah sekadar simbol kewenangan, melainkan juga amanah untuk melayani dan mengayomi masyarakat.

Sosok Bhabinkamtibmas seperti ini diharapkan dapat terus menginspirasi tumbuhnya hubungan yang erat antara Polri dan masyarakat. Sebab, kepercayaan tidak dibangun hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

Semoga langkah Briptu Sukurdiara menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebarkan kebaikan. Di tengah kehidupan yang tidak selalu mudah, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan.

Karena bagi seorang ibu yang sedang kesulitan, bantuan yang tulus bukan sekadar pertolongan—melainkan bukti bahwa dirinya tidak dilupakan.

Redaksi: 1Kabar.com Syahbudin padang FRN Fast Respon Canter Polri Nusantara Provinsi Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *