Foto : Tanpa plang, tanpa rambu, tanpa APD! Proyek miliaran tambal sulam jalan nasional di Perbaungan, Sergai, nekat digelar di tengah jalan umum yang ramai. Motor dan mobil melintas tepat di samping aspal panas. Keselamatan terancam. (Tim)
Perbaungan, 1kabar.com– Proyek preservasi jalan nasional di ruas Tebing Tinggi – Tanjung Morawa menjadi sorotan. Proyek tambal sulam bernilai miliaran rupiah di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu diduga dikerjakan tanpa papan informasi proyek dan mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga mengancam keselamatan Pekerja dan pengguna jalan.
Pantauan awak media di titik lokasi pekerjaan di wilayah Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (24/10/2026), aktivitas tambal sulam aspal berlangsung tanpa dilengkapi rambu peringatan, traffic cone, maupun papan nama proyek di titik pengerjaan. Para pekerja juga terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pekerja dan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Tanpa rambu dan pembatas, tiba-tiba ada alat berat di tengah jalan, hanya pekerja proyek yang menahan arus. Kalau tidak hati-hati bisa kecelakaan,” ujar seorang pengguna jalan tujuan Kota Medan yang melintas di lokasi.
Di kesempatan yang sama, seorang warga yang berada di lokasi mengatakan sempat terjadi kecelakaan.
“Tadi malam ada juga yang terjatuh, mungkin karena lubangnya tidak langsung ditambal atau bagaimana, aku pun tidak tahu. Untung tidak ada kendaraan yang lewat,” katanya.
Tidak Transparan dan Abaikan K3
Selain soal keselamatan, proyek ini juga dinilai tidak transparan. Di lokasi pekerjaan Perbaungan, tidak ditemukan papan proyek yang memuat informasi kontraktor pelaksana, nilai anggaran, sumber dana, dan durasi pengerjaan.
Padahal, UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Perpres No. 54 Tahun 2010 serta UU Jasa Konstruksi mewajibkan setiap proyek pemerintah memasang papan informasi sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Dugaan pelanggaran K3 juga terlihat jelas. Pekerja di lapangan tampak tidak mengenakan helm proyek, rompi safety, dan sepatu safety saat mengaduk aspal panas di tengah jalan yang ramai dilintasi kendaraan.
Pengakuan Konsultan: Plang Ada di Tebing Tinggi dan Tanjung Morawa
Di lokasi, awak media bertemu seorang pria yang mengaku sebagai konsultan lapangan yang akrab disapa Bang Indra. Ia membenarkan adanya pekerjaan pemeliharaan jalan nasional tersebut.
“Panjang ruas kita ini Bang, dari Gapura Tebing Tinggi sampai perbatasan Tanjung Morawa, hampir batas Kota Medan. Kerjanya tambal sulam, perbaikan campuran aspal panas. Yang mana kondisinya rusak, itu yang kita perbaiki,” ujar Bang Indra.
Menurutnya, pekerjaan tersebut bersumber dari anggaran Kementerian.
Terkait tidak adanya papan nama di lokasi Perbaungan, ia mengklaim plang proyek sudah terpasang di titik lain.
“Kalau plang ada di Tebing Tinggi dan Tanjung Morawa perbatasan sama Kota Medan,” sebutnya.
Saat ditanya lebih detail soal nama perusahaan konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana, ia mengaku hanya sebagai pelaksana lapangan dan tidak mengetahui detail manajemen.
“Kita konsultan. Kalau soal kantornya di Jalan Medan kalau tidak salah,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi.
Masyarakat berharap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara segera turun ke lapangan dan memberikan teguran tegas kepada rekanan agar bekerja sesuai prosedur.( tim)













