Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Deli Serdang di Hamparan Perak, Wakil Bupati Deli Serdang Tekankan Kualitas Pembelajaran dan Pendidikan Karakter

Teks Foto : Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS, meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Deli Serdang di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (09/10/2026)/(Doks Foto/Istimewa/1kabar.com/Kominfostan)

1kabar.com — Deli Serdang | Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS, meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Deli Serdang di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (09/10/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia ke Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Wabup meninjau langsung kegiatan belajar mengajar di Ruang Kelas Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP). Ia menekankan pentingnya pembelajaran berkualitas, tenaga pendidik yang kompeten, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia juga berharap para guru menerapkan pendekatan humanis dan penuh kepedulian dalam mendidik siswa. Kehadiran kadet mahasiswa Unhan RI diharapkan dapat menambah wawasan dan memotivasi siswa untuk terus belajar serta meraih cita-cita.

“Dengan demikian, para siswa Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang mampu memotivasi mereka untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita,” kata Wabup.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) I Terintegrasi Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pembelajaran menggunakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum asrama serta menerapkan sistem Multi Entry Multi Exit (MEME), yang memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk masuk dan keluar dari sistem pendidikan sesuai ketentuan.

“Sistem pembelajaran kami seperti sekolah pada umumnya. Kami menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum asrama, serta melaksanakan supervisi. Kami juga menerapkan sistem Multi Entry Multi Exit. Jadi, MEME bukan kurikulum tersendiri di Sekolah Rakyat, melainkan sistem yang mengatur mekanisme siswa masuk dan keluar,” jelas Reni.

Selain akademik, sekolah memperkuat pendidikan karakter melalui program BERSUKA (Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku) setiap Sabtu. Sekolah juga menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, seperti taekwondo, karate, paduan suara, kelas olimpiade, kelas internasional, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan futsal.

“Setiap hari Sabtu kami khususkan untuk pendidikan karakter anak bersama wali asuh dan wali asrama. Program ini kami namakan BERSUKA, yaitu Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku,” ungkapnya.

Melalui pembelajaran akademik, pembinaan karakter, serta pengembangan minat dan bakat, Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.(1kbr/ds/zul40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *