1kabar.com — Deli Serdang | Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong pelaku usaha memperkuat pengembangan dan hilirisasi komoditas lidi seiring meningkatnya nilai ekspor lidi Sumatera Utara yang mencapai Rp. 197,29 miliar hingga awal September 2026 dibandingkan Rp. 108,42 miliar sepanjang 2025.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan saat mengikuti Webseries Go Ekspor Barantin #10 yang digelar Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Karantina Sumut), Rabu (16/09/2026).
Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi bahan baku lidi yang cukup besar didukung areal perkebunan kelapa sawit seluas 18.162,23 hektare yang tersebar di 22 Kecamatan.
Dari luasan tersebut, potensi produksi lidi bersih diperkirakan mencapai 16.183 ton per tahun. Sentra penghasil terbesar berada di Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan STM Hulu, dan Kecamatan Bangun Purba. Potensi tersebut juga didukung 3.862,02 hektare perkebunan kelapa.
“Kabar ini menjadi surprise bagi saya, dari lidi bisa mempunyai pasar ekspor yang luar biasa. Apalagi Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu penyumbangnya,” ucap Bupati.
Untuk memperkuat sektor usaha, lanjutnya, sebanyak 445 pelaku UMKM lidi yang tersebar di 17 Kecamatan telah mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pembinaan literasi keuangan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang mendorong hilirisasi dengan memberikan pelatihan kerajinan anyaman lidi, bantuan peralatan produksi, serta mempromosikan produk olahan melalui berbagai pameran dan fasilitas publik sehingga tidak hanya berupa bahan mentah.
Webinar yang turut dihadiri pelaku usaha lokal dan eksportir, Bupati turut menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor guna memastikan potensi daerah yang besar ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak mempersulit berusaha. Mari sama-sama kita kolaborasi dan bersinergi. Kabupaten ini besar, saya berharap peningkatan ekspor juga memberi dampak bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data Karantina Sumatera Utara, volume ekspor lidi hingga awal September 2026 mencapai 23,26 juta kilogram dengan negara tujuan utama Pakistan, China, dan Vietnam.
Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting dan Kepala Pusat Pengembangan SDM Karantina Wisnu Wasisa Putra mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mendorong pengembangan komoditas lidi.
Karantina Sumatera Utara juga berkomitmen mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan fitosanitari yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
Berdasarkan data Karantina Sumatera Utara, tiga pasar utama ekspor lidi Sumatera Utara sepanjang 2024-2026 adalah Pakistan, China, dan Vietnam.
Pakistan menjadi penyerap terbesar. Pada 2025, pengiriman lidi Sumatera Utara ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram.
Selain tiga negara tersebut, lidi Sumatera Utara telah menjangkau Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi.
“Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah,” ujar Ginting.
Pelabuhan Belawan tercatat sebagai pintu pengeluaran dengan frekuensi sertifikasi tertinggi, disusul Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan Bandara Kualanamu.(1kbr40)













